Mamah Dedeh, Ustaz Adi Hidayat, Hingga Eks Pentolan 212 Temui Prabowo di Istana Negara
Adi Suhendi March 05, 2026 09:35 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara buka puasa bersama jajaran pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, mubalig, hingga pengasuh pondok pesantren di Istana Negara, Kamis (5/3/2026) malam.

Pantauan Tribunnews.com di lokasi, sejumlah tokoh agama terus berdatangan hingga pukul 19.15 WIB.

Di antaranya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis.

Lalu, ada pula Ketua Dewan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa, Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah Yahya Zainul Marif dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie.

Kemudian, ada Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin yang biasa dikenal sebagai eks tokoh persaudaraan alumni (PA) 212.

Baca juga: Ketua MPR: RI Bisa Keluar dari BoP, tapi atas Kesepakatan Bersama

Lalu, ada juga tokoh agama yang turut hadir acara tersebut.

Di antaranya, pendakwah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh, pendakwah Ustaz Adi Hidayat hingga Ustaz Subki Al Bughufy.

Kepada awak media, Ketua Dewan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa mengatakan pertemuan kali ini nantinya Prabowo akan mendengar masukan terkait masuknya Indonesia ke board of peace.

"Beliau juga ingin mendengar masukan terkait perkembangan terkini, terkait BoP, mungkin masalah Iran dengan Amerika. Banyak hal," ujar Habib Nabiel.

Baca juga: Peneliti BRIN Setuju Indonesia Gabung BoP: Kita Sedang Mencoba Masuk ke High Politics

Lebih lanjut, Habib Nabiel mengungkapkan sikap pribadi dari organisasi yang dipimpinnya.

Dia berharap Indonesia bisa keluar dari keanggotaan BoP.

"Kalau menurut kami keberadaan BoP kurang efektif. Jadi mungkin presiden perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus," pungkasnya.

BoP dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, memantau proses stabilisasi dan rehabilitasi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil berdasarkan hukum internasional.

Prabowo menyebut bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini merupakan momentum bersejarah dan peluang nyata untuk mendorong perdamaian bagi rakyat Palestina.

Namun, Amerika selaku inisiator berdirinya BoP justru menjadi negara yang memulai serangan terhadap Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.