Sidak Takjil Ramadan di Jalan Panjang Jakbar, Dua Jajanan Positif Mengandung Pewarna Tekstil
Satrio Sarwo Trengginas March 05, 2026 10:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Pemkot Jakarta Barat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menggelar inspeksi mendadak (sidak) jajanan takjil di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/3/2026) sore.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan aman dikonsumsi.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu pusat penjualan takjil di Jakarta Barat yang ramai dikunjungi warga.

"Kita fokus untuk melihat apakah makanan berupa takjil ini layak dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pengawasan juga melibatkan berbagai pihak, termasuk BBPOM dan anggota DPR.

"Pemerintah bersama legislatif concern untuk memeriksa ini dalam rangka keamanan pangan, sehingga masyarakat bisa terjamin dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan," jelasnya.

Ia menambahkan pengawasan pangan dilakukan secara tematik sesuai momen tertentu.

Selama Ramadan, pengawasan difokuskan pada makanan takjil yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Sementara menjelang Idulfitri, pengawasan biasanya dilakukan pada bahan pangan seperti daging dan ayam.

"Biasanya kalau bulan Ramadan kita fokus takjil. Nanti menjelang Idulfitri kita cek daging, ayam, dan sebagainya," ujarnya.

Puluhan Sampel Makanan Diuji

Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati mengatakan pihaknya melakukan pengujian terhadap puluhan sampel makanan yang dijual pedagang.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua sampel makanan yang mengandung zat berbahaya.

"Dari hasil sampling dan pengujian, kami mengambil 34 sampel yang diduga mengandung bahan berbahaya. Ternyata ada dua yang menggunakan pewarna tekstil yang dilarang," kata Sofiyani.

Selain BBPOM, pemeriksaan juga dilakukan oleh petugas Puskesmas yang menguji 31 sampel makanan.

"Kalau hasil pengujian dari Puskesmas, semuanya negatif," ujarnya.

Secara keseluruhan terdapat 65 sampel makanan yang diperiksa dalam kegiatan tersebut.

"Dari total 65 sampel yang diuji, ada dua yang mengandung rhodamin," jelasnya.

Ia menjelaskan dua makanan yang ditemukan mengandung pewarna tekstil tersebut adalah kue mangkok dan bolu kukus.

Makanan Dimusnahkan

Setelah ditemukan, makanan tersebut langsung ditarik dari etalase pedagang untuk dimusnahkan.

"Ini sudah kami ambil dari etalase untuk dimusnahkan. Kami juga akan menelusuri pedagang besar atau sumbernya untuk memutus rantai distribusinya," katanya.

Masyarakat Lebih Teliti

Sofiyani juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli makanan, khususnya takjil selama Ramadan.

Menurutnya, makanan dengan warna yang terlalu mencolok patut diwaspadai karena bisa saja menggunakan pewarna tekstil.

"Hati-hati dengan warna yang mencolok. Kadang kita tertarik karena warnanya, tapi setelah diuji ternyata pewarna tekstil," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan ciri-ciri makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.

Misalnya mi yang terlalu keras dan mengkilap yang diduga mengandung formalin, tahu yang terlalu keras, serta bakso yang terlalu kenyal yang bisa saja menggunakan boraks.

"Kalau kerupuk yang menggunakan boraks biasanya rasanya getir, berbeda dengan kerupuk biasa," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, BBPOM juga melibatkan anggota Pramuka melalui Satuan Karya (Saka) POM untuk membantu pengawasan di lapangan.

Berita terkait

  • Baca juga: Ajak Wartawan, Polres Metro Jakarta Utara Bagikan Ratusan Takjil Buat Warga di Momen Ramadan 1447 H
  • Baca juga: Bubur Madura Jadi Primadona di Pasar Takjil Benhil, Laris Manis Sehari Terjual 1.000 Porsi
  • Baca juga: Warga Non-muslim Langganan War Takjil di Benhil, Ikut Antre Demi Jajanan Langka 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.