Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni bakal menerapkan skema Terminal Berkoordinasi (TBB) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan skema tersebut diterapkan untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan sekaligus meningkatkan frekuensi perjalanan kapal.
“Skema Terminal Berkoordinasi ini bertujuan mempercepat proses pemuatan kendaraan dengan memindahkan kapal yang berasal dari Merak ke Bakauheni tanpa harus melakukan pemuatan ulang,” ujar Partogi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, sistem tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas angkut kapal dan mengurangi antrean kendaraan saat trafik penyeberangan meningkat.
ASDP memprediksi lonjakan penumpang dan kendaraan pada angkutan Lebaran 2026. Pergerakan penumpang pejalan kaki diperkirakan meningkat sekitar 2,1 persen, sedangkan kendaraan roda empat diprediksi naik 1,8 persen secara gabungan.
Baca juga: ASDP Bakauheni Siagakan 57 Kapal, Terapkan Single Tarif Saat Arus Balik Lebaran 2026
Untuk menghadapi kondisi tersebut, ASDP menyiapkan 57 unit kapal yang akan melayani rute penyeberangan Bakauheni–Merak selama periode angkutan Lebaran.
Partogi menjelaskan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15–16 Ramadan atau mendekati pertengahan Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 27–28 Maret 2026.
Selain penerapan skema TBB, ASDP juga menyiapkan berbagai langkah operasional lainnya, termasuk optimalisasi penggunaan dermaga dan fasilitas pendukung di pelabuhan.
Dermaga 1, 2, dan 3 akan menjadi prioritas utama karena terhubung langsung dengan jalur utama kendaraan. Sementara dermaga 4, 5, dan 6 akan difungsikan sebagai penunjang ketika terjadi lonjakan penumpang.
Untuk memperlancar mobilitas penumpang, ASDP juga menyiapkan shuttle bus yang akan mendistribusikan penumpang menuju dermaga tambahan tersebut jika diperlukan.
Dari sisi tarif, ASDP juga akan menerapkan kebijakan single tarif selama periode arus balik, yakni tarif kapal eksekutif disamakan dengan tarif reguler.
“Kebijakan ini akan berlaku selama periode arus balik, yang diperkirakan berlangsung pada 23 hingga 29 Maret 2026,” kata Partogi.
Ia memastikan seluruh armada kapal yang akan dioperasikan telah menjalani uji kelayakan bersama Kementerian Perhubungan guna memastikan aspek keselamatan dan kesiapan teknis kapal.
“Kami telah melakukan pengecekan armada dan memastikan seluruh kapal dalam kondisi layak laut,” ujarnya.
Selain itu, standar pelayanan di pelabuhan juga dipastikan telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan pemerintah.
ASDP juga mengoptimalkan sistem geofencing untuk memantau pergerakan kendaraan dan penumpang di area pelabuhan. Sistem tersebut akan digunakan untuk meminimalisir kepadatan sekaligus memastikan proses keberangkatan kapal berjalan lancar.
“Kami akan mengevaluasi titik-titik geofencing untuk memastikan proses screening berjalan efektif di setiap buffer zone,” kata Partogi.
ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya agar merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket secara daring guna menghindari antrean panjang di pelabuhan.
Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )