Pertamina Pastikan Stok BBM Aceh Aman, Kapal Tanker Jutaan Liter Segera Tiba di Krueng Raya
IKL March 06, 2026 04:04 PM

PROHABA.CO, BANDA ACEH – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh dalam kondisi aman meski sempat terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Pasokan BBM untuk Banda Aceh dan wilayah sekitarnya terus didukung oleh distribusi dari Fuel Terminal (FT) Krueng Raya yang menjadi penyangga utama kebutuhan energi di kawasan tersebut.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying karena produksi dan penyaluran BBM tetap berjalan normal.

“Pertamina terus melakukan produksi dan penyaluran BBM secara normal. Pengisian ulang di Terminal BBM, khususnya FT Krueng Raya, dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” demikian keterangan resmi Pertamina melalui akun Instagram, Jumat (6/3/2026).

Selain stok yang tersedia, pasokan BBM ke Aceh juga diperkuat dengan kedatangan sejumlah kapal tanker yang dijadwalkan bersandar di FT Krueng Raya sepanjang Maret 2026.

Pada 7 Maret 2026, kapal Mumbai dijadwalkan tiba membawa Pertalite sekitar 1,3 juta liter dan solar sekitar 1,5 juta liter.

Selanjutnya, kapal Samudera Ayu akan bersandar pada 10 Maret 2026 dengan membawa avtur sekitar 1,8 juta liter untuk kebutuhan bahan bakar pesawat.

Kemudian pada 12 Maret 2026, kapal Garuda Asia dijadwalkan tiba dengan muatan Pertalite sekitar 1,5 juta liter dan solar sekitar 2 juta liter.

Pengelola FT Krueng Raya menyebutkan pengiriman BBM akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, hingga Pidie.

Dengan suplai yang terus masuk, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU di Banda Aceh, Kamis (5/3/2026). 

Antrean bahkan meluber hingga ke badan jalan, seperti yang terlihat di SPBU kawasan Kampung Mulia, dan Jalan Syiah Kuala.

Sejumlah warga mengaku harus menunggu hampir satu jam untuk mendapatkan BBM karena khawatir stok terbatas.

“Sudah hampir satu jam kami menunggu. Biasanya tidak sepanjang ini antreannya,” ujar seorang pengendara.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah. 

Sejumlah warga bahkan terpaksa membeli BBM eceran dengan harga tinggi yang mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Bener Meriah, Rahmayanti, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Ia juga memastikan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menjaga ketersediaan stok BBM.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.