Antisipasi Lonjakan Lebaran 2026: TPK Semarang Perluas Lahan Penumpukan dan Siapkan Dermaga Khusus
raka f pujangga March 06, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – PT Terminal Petikemas (TPK) Semarang memperkuat kesiapan operasional untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus petikemas menjelang Lebaran 2026.

Sejumlah langkah strategis disiapkan guna menjaga kelancaran layanan logistik selama periode puncak arus barang.

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai simulasi operasional guna memetakan potensi kepadatan di area terminal, khususnya menjelang Idulfitri.

Baca juga: BREAKING NEWS Truk Kontainer Tabrak Pohon di JLS Salatiga Malam Ini, Peti Kemas Sampai Terlepas

Menurutnya, dari hasil simulasi tersebut, tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR) atau tingkat keterisian lapangan penumpukan diproyeksikan berada pada level tinggi saat periode Lebaran.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, manajemen melakukan penambahan kapasitas serta optimalisasi area penumpukan petikemas. 

Salah satunya dengan memanfaatkan area lini 2 serta mengoperasikan Dermaga Samudera 02 untuk kegiatan bongkar muat petikemas.

“Kesiapan Lebaran 2026 kami fokuskan pada pengendalian kepadatan lapangan dan kelancaran arus petikemas. Penambahan blok penumpukan, penguatan peralatan, serta penyesuaian tim operasional dilakukan agar YOR tetap terkendali dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal selama periode puncak,” ujar Nyoman, Jumat (6/3/2026).

20260306_PT Terminal Petikemas Semarang (TPKS)_2
TPKS - Aktivitas di Pelabuhan PT Terminal Petikemas (TPK) Semarang kesiapan operasional untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus petikemas menjelang Lebaran 2026.

Selain itu, TPK Semarang juga menambah blok penumpukan di sejumlah area seperti Ex Lamicitra, Ex PEL, dan Ex Adam Wiji (MTI) guna menambah kapasitas penanganan petikemas.

Penguatan kapasitas juga dilakukan dengan menyiapkan tambahan dua unit reach stacker, serta perbantuan operator dan yard planner untuk menjaga produktivitas terminal selama masa peningkatan aktivitas logistik.

Di sisi lain, terminal juga mengantisipasi potensi antrean kendaraan logistik dengan mengoptimalkan penerapan Truck Booking System (TBS). 

Sistem ini dipadukan dengan pemanfaatan buffer area dan penataan arus keluar masuk kendaraan agar aktivitas bongkar muat tetap berjalan lancar dan tertib.

Nyoman menambahkan, strategi tersebut disusun berdasarkan evaluasi kinerja operasional pada periode sebelumnya serta simulasi yang dilakukan sejak awal tahun.

“Optimalisasi kapasitas, penguatan peralatan, serta pengaturan arus kendaraan menjadi langkah penting untuk memastikan kegiatan bongkar muat tetap berjalan lancar selama periode Imlek dan Lebaran,” jelasnya.

Langkah antisipatif tersebut juga mendapat apresiasi dari kalangan pengguna jasa. 

Baca juga: Pelindo Hadirkan HMC B07 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Perkuat Bongkar Muat Peti Kemas

Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Tengah, Teguh, menilai kesiapan terminal menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok selama libur panjang.

“Kami mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan TPK Semarang. Kesiapan infrastruktur, peralatan, serta kebijakan yang mendorong percepatan arus barang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran logistik,” katanya.

Ia berharap koordinasi antara terminal dan para pengguna jasa dapat terus diperkuat sehingga aktivitas logistik selama periode Lebaran tetap berjalan terkendali dan efisien. (Rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.