TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Suasana penuh khidmat menyelimuti prosesi pelantikan Rektor Universitas Bosowa, Prof Batara Surya.
Pelantikan berlangsung di Gedung Balai 45 Univeristas Bosowa Jl Urip Sumoharjo, Jumat (6/3/2026).
Agenda dihadiri jajaran pimpinan yayasan, Founder Bosowa M Aksa Mahmud, Kepala BPH Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, civitas akademika, serta berbagai tamu undangan.
Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa membacakan sumpah jabatan serta menanyakan kesiapan dan kesanggupan Batara Surya untuk mengemban amanah sebagai rektor.
Setelah pengucapan sumpah jabatan, Melinda Aksa secara resmi melantik Batara Surya untuk memimpin Universitas Bosowa lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan Prof Batara.
Ia menegaskan, jabatan tersebut disebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan kepercayaan besar yang disertai tanggung jawab untuk mengembangkan universitas ke arah yang lebih baik.
"Selamat dan sukses Kepada Rektor Universitas Bosowa atas amanah yang diberikan. Jabatan ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa Universitas Bosowa melangkah lebih maju," ucap Melinda.
Pelantikan rektor dinilai bukan hanya seremonial pergantian kepemimpinan.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Bosowa untuk melanjutkan dan memperkuat langkahnya dalam mencetak generasi unggul.
Serta menciptakan generasi berilmu, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Bosowa Education, Universitas Bosowa memikul tanggung jawab besar.
Universitas Bosowa berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, dinamika kebutuhan dunia kerja, hingga tuntutan globalisasi yang terus berkembang," ujarnya.
Karena itu, kepemimpinan yang kuat dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Kata Melinda, kepemimpinan perguruan tinggi membutuhkan visi yang jelas, integritas yang kuat, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi, Universitas Bosowa diharapkan terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul.
Menjadi kampus yang berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus.
Peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi agenda penting yang perlu terus diperkuat.
"Universitas juga didorong untuk memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Bosowa Education juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Universitas Bosowa.
Dukungan itu mencakup peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia.
Serta penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh civitas akademika Universitas Bosowa yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam membangun dan memajukan institusi tersebut. (*)