TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipadati antrean kendaraan, Jumat (6/3/2026). Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar minyak (BBM) karena khawatir terjadi kelangkaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan sejak sekitar pukul 05.30 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Efek Viral BBM Hanya Cukup 26 Hari, Antrean Mengular di SPBU Bondowoso
Salah satu konsumen, Sisil, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang tersebut. Namun ia mendengar kabar bahwa masyarakat khawatir stok BBM akan menipis akibat konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, isu tersebut menyebutkan adanya serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.
“Tidak tahu ya, cuma gosipnya katanya (BBM) mau habis. Tapi saya tidak tahu benar atau tidak,” ujarnya.
Baca juga: Bareskrim Polri Gerebek Dua Gudang Penimbunan BBM di Situbondo
Meski demikian, Sisil tetap memilih mengantre karena stok Pertamax di sepeda motornya hampir habis. Ia mengatakan indikator bahan bakarnya hanya tersisa dua strip.
“Soalnya kan mau ngojek, adanya antrean ini kerjaan saya pasti terganggu karena kan aktivitasnya di jalan,” katanya.
Ia menambahkan, jika stok BBM di kendaraannya masih cukup, dirinya tidak akan ikut mengantre karena dapat menghabiskan waktu kerja.
“Aku sendiri juga takut, tapi punyaku tinggal dua strip. Kalau masih empat strip mungkin aku tidak antre,” ujarnya.
Baca juga: Warga Bondowoso Kesulitan Beli BBM Jenis Pertamax, Pengelola SPBU : Sepekan Belum Ada Pengiriman
Selain di SPBU, sejumlah penjual BBM eceran dan Pertamini di beberapa ruas jalan seperti Jalan Sumatra dan Bengawan Solo juga dilaporkan kehabisan stok.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran masyarakat sehingga mendorong meningkatnya pembelian BBM dalam waktu bersamaan.
Pemkab Jember: Antrean Terjadi karena Panic Buying
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai antrean panjang di SPBU dipicu oleh panic buying masyarakat.
Ia menyebut kekhawatiran warga muncul akibat konflik internasional yang berpotensi mengganggu jalur logistik global.
“Kami menyadari adanya kekhawatiran masyarakat akibat konflik internasional yang mengganggu jalur logistik global. Namun berdasarkan data lapangan dari Pertamina, stok BBM untuk wilayah Jember sangat mencukupi,” ujarnya melalui sambungan daring dari Arab Saudi.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya mengenai kelangkaan BBM.
“Tidak perlu panik. Stok kita aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung ditambah jika diperlukan,” katanya.
Baca juga: Warga Bondowoso Kesulitan Beli BBM Jenis Pertamax, Pengelola SPBU : Sepekan Belum Ada Pengiriman
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.
Menurutnya, ketahanan stok BBM di wilayah Jatimbalinus saat ini mencapai sekitar 13 hari ke depan.
“Ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mencapai sekitar 13 hari ke depan. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ahad juga menegaskan distribusi BBM ke lembaga penyalur hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Selain itu, Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.
“Serta berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi dinamika maupun potensi gangguan dalam proses distribusi,” tuturnya.