Kasus PMK Ditemukan di Pasi Raya Aceh Jaya, 220 Ekor Ternak Terdampak
Yocerizal March 07, 2026 08:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM, ACEH JAYA - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali ditemukan pada ternak di Kabupaten Aceh Jaya. 

Dinas Peternakan Aceh bersama tim terkait langsung melakukan penanganan dan pengambilan sampel di wilayah terdampak.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Safridhal, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Sarah Raya, Kecamatan Pasi Raya, setelah adanya laporan ternak yang menunjukkan gejala mengarah pada PMK.

“Tim mengambil satu sampel ternak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil uji menunjukkan ternak tersebut positif PMK,” kata Safridhal.

Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, jumlah ternak yang terdampak di kawasan tersebut mencapai sekitar 220 ekor, terdiri dari sapi dan kerbau milik masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim yang terlibat terdiri dari Kepala Dinas Peternakan Aceh, Tim Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran, Tim Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Aceh, serta Dinas Pertanian Aceh Jaya.

Safridhal menyebutkan, salah satu dugaan awal penyebab munculnya kasus PMK di kawasan itu adalah masuknya ternak baru ke dalam wilayah tersebut, sehingga berpotensi membawa virus yang kemudian menular ke ternak lainnya.

Baca juga: Pon Yaya Ketua KPA Wilayah Pase Gantikan Abu Len, SK Diserahkan Langsung oleh Mualem

Baca juga: Empat Tewas dan 3 Kritis dalam Kecelakaan Maut di Tol Indrapura–Kisaran, Innova Hantam Truk Box

“Dugaan sementara karena adanya ternak baru yang masuk ke kawasan tersebut, sehingga memicu penularan penyakit pada ternak yang ada,” ujarnya.

Imbauan untuk Peternak

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya peternak, agar lebih waspada terhadap gejala PMK pada hewan ternak.

“Jika ternak menunjukkan gejala seperti demam tinggi, air liur berlebihan atau berbusa, muncul lepuh atau sariawan pada mulut dan lidah, serta luka pada kuku yang menyebabkan ternak pincang atau kuku lepas, masyarakat diminta segera melaporkannya ke Puskeswan terdekat,” kata Safridhal.

Menurutnya, pelaporan cepat dari masyarakat sangat penting agar penanganan dapat segera dilakukan sehingga penyebaran penyakit tidak meluas ke wilayah lain.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.