TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aktivitas seismik atau kegempaan kembali terdeteksi di wilayah selatan Jawa Barat pada Sabtu pagi, 7 Maret 2026. Getaran tercatat oleh Stasiun Geofisika Bandung milik BMKG dan berpusat cukup jauh dari daratan Kabupaten Bandung.
Informasi yang disampaikan melalui akun resmi media sosial X milik Stasiun Geofisika Bandung menyebutkan gempa tersebut memiliki magnitudo 2,5. Peristiwa itu terjadi pada pukul 05.39.27 WIB.
Dalam unggahan tersebut tertulis:
"Info Gempa Mag:2.5, 07-Mar-2026 05:39:27 WIB, Lok: 8.02 LS - 107.22 BT, 116 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 13 km ::BMKG"
Berdasarkan data koordinat yang disampaikan, titik gempa berada pada posisi 8,02 Lintang Selatan dan 107,22 Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 116 kilometer di selatan wilayah Kabupaten Bandung.
Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman 13 kilometer di bawah permukaan bumi.
Meski terdeteksi oleh instrumen pemantau gempa, hingga informasi tersebut dipublikasikan belum ada laporan masyarakat yang merasakan getaran di wilayah Jawa Barat.
Pihak Stasiun Geofisika Bandung juga menyampaikan bahwa sejauh ini situasi masih terpantau aman dan tidak ada indikasi dampak signifikan dari kejadian tersebut.
Selain melaporkan satu kejadian gempa terbaru, BMKG juga merilis rekap aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026, tercatat terdapat 21 kejadian gempabumi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Magnitudo gempa yang terekam selama periode tersebut bervariasi, mulai dari kekuatan kecil hingga kategori ringan.
Dalam laporan disebutkan bahwa besaran gempa yang terjadi berada pada rentang magnitudo M1,9 hingga M3,7.
Mayoritas kejadian gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal. Data BMKG menunjukkan terdapat 18 kejadian gempa dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Sementara itu, gempa dengan kedalaman menengah antara 61 hingga 300 kilometer tercatat sebanyak tiga kejadian.
Adapun untuk kategori gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer, tidak tercatat terjadi di wilayah Jawa Barat selama periode pemantauan tersebut.