Pembangunan Gerai KMP Capai 40 Persen, Kades Kelitei di Ngada Siap Kembangkan Potensi Desa
Nofri Fuka March 07, 2026 03:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka disambut positif oleh Pemerintah Desa Kelitei, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada. Hingga saat ini, pembangunan fisik gerai KMP di desa tersebut telah mencapai sekitar 40 persen.

Kepala Desa Kelitei, Ignasius Wali, mengatakan masyarakat desa mendukung penuh program tersebut dengan menyerahkan aset tanah desa untuk pembangunan koperasi.

“Kami masyarakat Kelitei memberikan sepenuhnya tanah itu untuk dijadikan Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Ignasius, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, progres pembangunan fisik gerai KMP terus berjalan dan kini telah memasuki tahap 40 persen. Ia berharap sebelum gerai mulai beroperasi, pemerintah segera mengeluarkan regulasi yang jelas agar pelaksanaan program di lapangan tidak menemui kendala.

 

Baca juga: Gonjang -Ganjing Sekda Ngada,  Gubernur NTT Kembali Tunjuk Gerardus Reo Jadi PJ Sekda

 

 

“Mulai dari awal pembangunan sampai saat ini sudah mencapai 40 persen. Harapan kami, langkah selanjutnya tergantung kebijakan pemerintah. Regulasi harus jelas agar pelaksanaan di lapangan tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Ignasius menilai tujuan pemerintah pusat menghadirkan program Koperasi Merah Putih sangat baik, terutama untuk memperkuat ekonomi desa. Selama ini, menurut dia, harapan pembangunan desa masih sangat bergantung pada dana desa, yang dalam praktiknya belum selalu langsung dirasakan masyarakat.

“Pertimbangannya selama ini harapan desa hanya pada dana desa. Dalam perjalanan, dana desa kadang tidak sepenuhnya sampai menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, koperasi desa bisa menjadi alternatif penguatan ekonomi,” jelasnya.

Tingkatkan Pelayanan Ekonomi Masyarakat

Ia menambahkan, keberadaan Koperasi Merah Putih di desa diharapkan mampu meningkatkan pelayanan ekonomi bagi masyarakat. Jika negara memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka desa juga perlu memiliki lembaga usaha yang kuat untuk mendukung kesejahteraan warganya.

“Negara punya BUMN, desa juga harus punya badan usaha yang kuat. Dengan koperasi ini, pelayanan ekonomi masyarakat bisa lebih dekat,” katanya.

Ignasius juga menilai kehadiran KMP dapat menjadi wadah pengembangan potensi ekonomi lokal yang dimiliki masyarakat Desa Kelitei.

“Kami punya potensi nenas dan juga kerajinan periuk tanah. Harapannya koperasi ini nanti bisa menjadi tempat mengembangkan dan memasarkan potensi-potensi itu,” pungkasnya. (Cha).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.