TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beredar kabar seorang Warga Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi tertahan di Imigrasi Sihanoukville Kamboja.
Diketahui, warga tersebut bernama Ananda Rizkiyanto, Beralamat di RT 12 Marga Mulya, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
.com berhasil mendapatkan kontak dan menghubungi via pesan WhatsApp, warga yang disapa Rizki itu.
Sebelumnya, Rizki telah dicoba dihubungi via telepon WhatsApp. Namun, suasana tempat dia berada tidak memungkinkan untuk ditelepon.
Hal itu disebabkan terdengar suara bising dan ramai saat Tribunjambi.com mencoba menghubunginya via telepon WhatsApp.
Dalam percakapan itu, Rizki mengatakan berangkat ke Kamboja untuk bekerja Scam di negara tersebut pada 2025 kemarin.
Sebab, dia mengaku tidak mendapat pekerjaan di Indonesia dan tidak makan berhari-hari.
Namun, Rizki telah lupa tanggal pasti keberangkatannya ke negara tersebut.
“Saya di Indonesia tidak mendapat pekerjaan dan saya tidak makan berhari hari setelah itu saya mendapatkan panggilan untuk keberangkatan ke Kamboja, dengan gaji yang lumayan besar,” katanya, Sabtu (7/3/2026).
Dia menuturkan, saat itu dirinya di berangkatkan menuju Malaysia dan transit ke Kamboja.
Setibanya di Kamboja, Rizki mengaku disambut dan direspon dengan baik oleh oknum perusahaan tempat dia bekerja.
Dia bekerja di negara itu Selama 2 bulan, sejak akhir Bulan Desember kemarin.
Namun, menurutnya hasil dari pekerjaan itu tidak sebanding dengan yang dikatakan oleh oknum tersebut.
“Rp10 juta kerja scammer, hasilnya standar gaji di indo 5 juta, jam kerja yang lama dan sakit mata. duduk saja depan PC dan jam istirahat yang kurang,” tuturnya.
“Saya bekerja dan tidak tahan di jam kerjanya, sampai jam 12 malam. Saya takut terkena gangguan fisik, mata memerah dan kepala sering sakit,” sambungnya.
Dia menjelaskan, dirinya akhirnya di jual di pembuangan terakhir. Menurutnya, tempat itu benar benar kejam.
“Disitu, saya melapor ke KBRI tetapi yang menjemput saya pihak kepolisian Kamboja dan saya di bawa ke imigrasi sihanoukville Kamboja,” jelasnya.
“Saya sudah 3 bulan disini saya meminta bantuan kementrian luar negeri dan pemerintah Indonesiax tetapi belum mendapatkan bantuan dari mereka,” lanjutnya.
Rizki menerangkan, dia merasa kesusahan, sebab tidak memiliki ongkos untuk pulang ke Indonesia.
Dia juga mengaku sudah tidak punya orang tua lagi, sebab orang tuanya sudah meninggal semua sudah hilang kontak dengan keluarganya.
Rizki juga mengaku tidak mengetahui prosedur penjemputan dari pihak KBRI.
“Saya tidak tau memang disini katanya ada 2 prosedur kadang dijemput KBRI langsung kadang polisi Kamboja,” ucapnya.
Dia memambahkan, harus membayar oknum kepolisian di negara tersebut sebesar 100 USD, agar bisa memainkan ponsel.
Sebab itu, ingin pulang dari negara tersebut dan takut akan kemungkinan berada selamanya di negara tersebut.
Rizki tidak memiliki uang untuk membeli tiket dan tidak memiliki ponsel, karena ponselnya ditahan pihak imigrasi Kamboja.
“Mungkin suatu saat yang punya ponsel ini pulang dan saya tidak ada kabar dan hanya menunggu bantuan pemerintah jambi untuk membantu saya, segera pulang ke Indonesia,” ujarnya.
“Saya sangat takut sekali disini, tolong bantu saya pak saya sudah kehabisan akal saya pasrah saya benar benar tidak tau harus bagaimana lagi,” imbuhnya.
Rizki juga berharap, Pemerintah Kambi mendengarnya dan membantunya di imigrasi sihanoukville.
“KBRI juga tidak bisa masuk ke imigrasi sini jadi saya hanya bisa meminta bantuan pemerintah jambi, gubernur jambi bapak Al Haris untuk membantu saya. Saya takut sekali pak disini selamanya, cukup kali ini saja saya seperti ini,” harapnya.
Pengakuan Rizki menambah jumlah Warga Jambi yang terjebak Loker Scam di Kamboja, berikut daftar nama Warga Jambi yang Tertahan atau Berada di Kamboja:
Baca juga: Update Korban Loker Scam, Warga Muaro Jambi Tertahan di Imigrasi Kamboja