Dari Dapur Rumah ke Hampers Lebaran, Bulan Ramadan Mengubah Omzet Dian Ratnawati
Dwi Yansetyo Nugroho March 08, 2026 05:11 AM

Laporan Kontributor Adim Mubaroq 


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Menjelang sore, dapur rumah Dian Ratnawati (42) masih dipenuhi aroma mentega dan kue yang baru matang. Di antara rak kayu berisi toples-toples kue kering, Dian berdiri sambil memegang sebuah hampers berisi aneka kue Lebaran di tokonya, Dian Cookies dan Bakery Majalengka daerah Babakan Jawa, Kecamatan/Kabupaten Majalengka. 

Wajahnya tampak lelah, tetapi juga menyimpan kepuasan. Ramadan selalu menjadi bulan paling sibuk bagi usaha rumahan yang sudah ia jalani lima tahun terakhir.

Setiap hari di bulan puasa, ada saja pelanggan yang datang ke rumahnya untuk mengambil pesanan. Sebagian membawa daftar pesanan yang sudah dibuat sejak jauh hari, sebagian lagi membeli langsung dari stok yang tersedia. Rak-rak yang biasanya penuh perlahan mulai kosong.

Baca juga: INNALILLAHI, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Begini Riwayat Sakitnya


“Sekarang sih tinggal yang ambil pesanan saja. Soalnya PO-nya memang minggu ini terakhir,” kata Dian, Sabtu (7/3/2026).

Pesanan sebenarnya sudah mulai berdatangan bahkan sebelum Ramadan tiba. Sejak awal ia membuka sistem pre-order (PO) agar produksi bisa diatur. Cara itu membuat dapurnya tidak pernah benar-benar sepi sepanjang bulan puasa.

Perjalanan usaha Dian sendiri tidak dimulai dari kue kering. 

Pada 2017, ia hanya membuat kue basah seperti sus, risol, dan jajanan pasar yang dititipkan ke warung-warung sekitar rumah. Kue kering waktu itu hanya dibuat sesekali, biasanya menjelang Lebaran.

Baca juga: INNALILLAHI, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Begini Riwayat Sakitnya


Namun dari usaha kecil itu, pelanggan mulai berdatangan. Permintaan kue kering meningkat dari tahun ke tahun hingga akhirnya pada 2023 Dian memberanikan diri membuka toko kecil sekaligus tempat stok produk di rumahnya.

Kini, dapurnya memproduksi sekitar 10 jenis kue kering. Meski begitu, Dian tetap mempertahankan resep-resep yang paling disukai pelanggan.

“Yang paling banyak dicari itu nastar, kastengel sama putri salju,” ujarnya.

Selain tiga jenis klasik itu, Dian juga membuat varian lain seperti nori cheese, pizza cookies, palm cheese, hingga kue kacang. Semua dibuat di dapur rumahnya bersama beberapa pekerja yang membantu proses produksi.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Hari Ini di Kabupaten Indramayu 18 Ramadan 1447 H, Beserta Doa Berbuka Puasa


Tahun ini, pesanan meningkat cukup signifikan. Dian memperkirakan penjualan kue keringnya naik sekitar 50 persen dibanding Ramadan tahun lalu. Lonjakan itu membuatnya menambah tenaga kerja. Kini ada lima orang yang membantu produksi agar pesanan bisa selesai tepat waktu.

Harga kue yang dijual Dian relatif terjangkau, berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per toples. Ia sengaja tidak menaikkan harga meskipun beberapa bahan baku mengalami kenaikan.

“Bahan ada yang naik, tapi harga tetap. Biar menjaga pelanggan saja,” katanya.

Selain dijual per toples, Dian juga menyediakan paket hampers Lebaran yang kini semakin diminati pelanggan. Hampers itu berisi satu hingga empat toples kue dengan kemasan mika atau tas anyaman.

Baca juga: Detik-detik Aksi Begal Modus ‘Ban Bocor’ di Gebang Cirebon Nyaris Gasak Motor Perempuan


Harga hampers bervariasi. Paket sederhana dijual sekitar Rp95 ribu, sementara paket tiga toples sekitar Rp265 ribu, dan hampers empat toples bisa mencapai Rp345 ribu.

Sebagian pelanggan membeli untuk keluarga, tetapi tidak sedikit yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Pemesanan bisa mencapai 1000 toples. 

“Kadang ada yang pesan sampai 20 toples. Ada juga yang sampai 50 piece karena mereka reseller,” ujar Dian.

Pelanggan Dian sebagian besar berasal dari Majalengka. Namun pesanan juga datang dari luar daerah seperti Bandung dan Bekasi, biasanya melalui promosi sederhana yang ia lakukan di media sosial.

Baca juga: INNALILLAHI, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Begini Riwayat Sakitnya


“Promosinya paling di Instagram sama Facebook saja,” katanya.

Meski terlihat sederhana, Ramadan selalu menjadi masa panen bagi usaha kecil Dian. Dari produksi yang berjalan hampir setiap hari sepanjang bulan puasa, ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Bagi Dian, angka itu bukan sekadar hasil usaha. Dari dapur rumah itulah ia menopang kehidupan keluarga, sekaligus membiayai pendidikan anak perempuannya yang kini kuliah di Universitas Islam Bandung (Unisba).

Di bulan Ramadan, ketika banyak orang menunggu manisnya kue Lebaran di meja tamu, bagi Dian Ratnawati manis itu hadir lebih dulu dari dapur kecil di rumahnya, tempat harapan, kerja keras, dan doa bercampur menjadi satu.

 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.