TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan peringatan dini terkait risiko penularan penyakit campak menjelang musim mudik dan libur Lebaran 2026.
Kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang tersebar di 11 provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Tengah.
Peningkatan mobilitas jutaan orang saat mudik dinilai menjadi celah besar penyebaran virus, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki proteksi imunisasi lengkap.
"Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mencapai lebih dari sepuluh ribu kasus hingga minggu ke-8 tahun ini," ujar Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Inggris Perkuat Pengawasan Peredaran Vape Melalui Pita Cukai Digital, Bisakah Diadopsi Indonesia?
Sebagai respons cepat, pemerintah menggelar program imunisasi kejar (Catch Up Campaign) di 102 kabupaten/kota sepanjang Maret 2026.
Menariknya, layanan ini tidak hanya tersedia di Puskesmas, tetapi juga hadir di titik-titik strategis seperti: