TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Upaya pencarian korban banjir bandang yang masih berstatus hilang memasuki hari ketiga.
Pencarian difokuskan menyisir areal sungai, termasuk di perbatasan Desa Banjar dengan Desa Kalianget.
Adapun identitas dua korban yang masih dinyatakan hilang yakni Putu Wini (17) dan adiknya bernama Kadek Wahyu (12).
Proses pencarian berlangsung mulai pukul 07.00 WITA, melibatkan total 162 personel dari instansi gabungan, termasuk relawan dan masyarakat.
Baca juga: KAGET Lihat Kaki Manusia Saat Buang Sampah, Sulasmini Temukan Potongan Tubuh Korban Banjir di Banjar
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, titik pencarian sejak hari pertama hingga kini menyasar seputaran sungai banjar hingga muara.
"Karena kemarin kita menemukan satu korban di antara wilayah Banjar dan Kalianget, lokasi itu kita cover ke arah utara dari titik korban ditemukan," ucapnya, Minggu (8/3/2026).
Upaya pencarian dilakukan dengan dua cara, yakni pencarian di darat dan pencarian di perairan.
Baca juga: Update Korban Hanyut Disapu Banjir Bandang di Buleleng, Sang Ibu Meninggal Dunia, 2 Anak Hilang
Pencarian di darat kurang lebih berjarak 2 kilometer. Sedangkan di perairan mencapai 10 mil, atau sekitar 20 kilometer.
Hingga berakhir pencarian hari ke tiga, satu korban hilang kembali ditemukan. Identitasnya yakni Kadek Wahyu Gunawan (12), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kalaksa BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan, Kadek Wahyu ditemukan sekitar pukul 15.57 Wita. Ia ditemukan di Pantai Dencarik, atau hanyut ke arah Timur.
Baca juga: BANJIR di Kawasan Pariwisata, Ribuan Cancel Booking dari Australia, Simak Komentar PHRI
"Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi dan dititipkan ke RSUD Buleleng," ujarnya.
Temuan terhadap jasad Kadek Wahyu, menyisakan satu orang yang masih berstatus hilang, yakni Putu Wini. Proses pencarian dilanjutkan kembali pada Senin 9 Maret 2026. "Tidak menutup kemungkinan pencarian besok diperluas ke arah Timur," tandasnya. (mer)