Tribunlampung.co.id, Depok - Seorang istri, DH (55) ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya yang terletak di Jalan Damai Raya Nomor 51 RT 05/RW 11 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.
Tragisnya, saat ditemukan kondisi korban tinggal tulang-belulang tertutupi oleh tumpukan karpet dan banyak pakaian. Selain itu, di sekitar jasadnya juga ditaburi bubuk kopi.
Tetangga korban, Siti (52) tidak menyangka korban tewas dengan kondisi mengenaskan usai lama tidak keluar rumah.
“Sudah lama banget enggak keluar rumah, sebelum tahun baru, lebih,” kata Siti, dikutip dari TribunDepok, Senin (9/3/2026).
Korban dikenal tertutup dan jarang keluar rumah atau berinteraksi dengan warga sekitar.
Baca juga: Pengakuan Istri Pegawai BUMN saat Suami Pulang di Siang Bolong: Sampai Saya Lemas
“Warga asli sini, sudah lama dari 2004-2005,” ungkapnya.
Siti melihat, korban sebelumnya tinggal bersama suami sirinya. Namun, ia sama sekali tidak mengenal sosoknya.
“Tidak mengenal dan belum pernah mengobrol dengan suami korban,” tutup Siti.
Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh membenarkan, korban tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya.
Dari keterangan pengurus RT setempat, korban dengan suami sirinya pernah memiliki riwayat keributan dalam rumah tangga. Namun, kini suami korban mendadak menghilang.
“Keberadaan suami siri korban saat ini tidak diketahui,” kata Chairul.
Tak hanya itu, sepeda motor Suzuki dengan nomor polisi PB 6613 ZME milik koran dan satu unit handphone juga raib.
Sebelumnya, warga dihebohkan dengan penemuan jasad di lingkungan RT 05/RW 11 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu (7/3/2026).
Pantauan di lokasi pada pukul 15.54 WIB, tampak garis polisi terpasang depan pintu rumah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, petugas kepolisian juga terlihat masuk ke dalam rumah mengevakuasi jasad korban.
Warga sekitar juga terlihat mengerumuni TKP sambil menanti jasad berjenis kelamin perempuan tersebut dievakuasi. Sekira pukul 16.55 WIB, jenazah selesai dievakuasi dan dibawa menggunakan mobil ambulans.
Ketua RT setempat, Sagian Saprudin menjelaskan, jasad tersebut pertama kali ditemukan sekira pukul 08.30 WIB. Awalnya, warga dan anak korban sedang membersihkan rumah dan melihat ada yang mencurigakan di dalam kamar.
“Laporan dari warga, salah satu ke rumah dia informasinya ada kaki,” kata Sagian saat ditemui di lokasi.
Saat pertama kali ditemukan, kondisi kaki jasad sudah memar dengan kondisi badan terlentang. Korban sendiri tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya, namun sudah berbulan-bulan tidak keluar rumah.
“Sudah sekitar bulan September tahun 2025 enggak kelihatan,” pungkasnya.