Masjid Bergaya Minangkabau di Jakarta Selatan dan Pesan Nuzulul Quran
GH News March 09, 2026 07:10 PM
Jakarta -

Terletak di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan berdiri sebuah masjid unik yang bergaya Minangkabau. Masjid At Taufiq namanya.

Masjid At Taufiq memang cukup berbeda dari masjid kebanyakan. Tidak ada kubah masjid berbentuk bulat yang umumnya ada di setiap masjid di Indonesia. Alih-alih bulat, atapnya malah berbentuk segitiga.

Desain masjid ini malah lebih mirip dengan bangunan tradisional, tepatnya pada bagian atap yang khas bergaya Minang dan tinggi menjulang, mirip bangunan Rumah Gadang.

Pemilihan desain bergaya Minangkabau itu tidak bisa dilepaskan dari asal usul pemrakarsa masjid, Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri yang diketahui masih memiliki garis keturunan Minangkabau. Nama masjid At Taufiq juga diambil dari nama Taufik Kiemas.

Fatmawati, sang ibunda dari Megawati diketahui anak kandung Siti Chadijah dan Hasan Din yang berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sedangkan Taufik Kiemas memiliki garis keturunan Minangkabau dari sang ibu. Dia bahkan pernah diberi gelar khas Minan, yaitu Datuk Basa Batuah.

Memasuki pekan ketiga Ramadan, masjid At Taufiq pun menggelar peringatan Nuzulul Quran yang jatuh pada malam ke 17 di bulan suci. Peringatan Nuzulul Quran PP Bamusi di masjid ini berlangsung Sabtu (7/3) malam.

Sebagai penceramah dalam acara tersebut, Habib Ali Hasan Bahar mengatakan, Allah sengaja menamakan kitab suci umat Islam dengan nama Al-Quran al-Kariim agar kitab suci itu memberi banyak manfaat kepada semua orang, baik masyarakat Arab maupun non-Arab.

"Kata kariim berarti dermawan, artinya Al-Quran bersifat dermawan, bersifat memberi, dalam hal pemahaman kepada mereka yang membacanya, baik yang bisa bahasa Arab maupun tidak. Tentu saja yang memberi pemahaman itu Allah SWT, sarananya Adalah Al-Quran," jelas Ali Hasan Bahar.

Nuzulul QuranPeringatan Nuzulul Quran di Masjid At Taufiq Foto: (dok. Istimewa)

Dalam acara tersebut, Nasyirul Falah Amru, anggota DPR RI Komisi III juga menyampaikan pesan moral dan kebangsaan dari Ketum PDIP saat menjalani ibadah umrah pertengahan Februari 2026 lalu sekaligus menerima gelar doktor honoris causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University.

"Ibu Megawati saat tawaf berdoa agar bangsa Indonesia terus bersatu, rukun, makmur dan sejahtera. Doa ini bukan hanya kami aminkan, tapi juga kami tangkap sebagai pesan moral politik yang harus kami jalankan di Indonesia," kata Gus Falah, sapaan akrabnya seperti dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).

Ketua Fraksi PDI P MPR RI, Ahmad Basarah menambahkan dalam kunjungan tersebut, Megawati juga berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah dan umrah di Makkah. "Di depan Kabah, Ibu Mega mendoakan keutuhan dan perdamaian bangsa Indonesia," jelas Basarah.

Selain itu, Megawati juga bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan. Keduanya membahas kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait teknologi penyulingan air untuk mengatasi krisis iklim.

Wahyu Setyo Widodo
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.