BOLASPORT.COM – Perhelatan Finalissima antara Timnas Spanyol vs Timnas Argentina yang masih diliputi tanda tanya membuat Presiden RFEF, Rafael Louzan, mengirimkan ultimatum.
Saat ini, gelaran Finalissima tengah terancam Timbas perang Iran vs Amerika Serikat-Israel yang berkecamuk di Kawasan Timur Tengah.
Pasalnya, perhelatan yang mempertemukan Timnas Spanyol vs Timnas Argentina itu dijadwalkan akan digelar di Qatar pada 28 Maret 2026 WIB.
Sayangnya imbas perang tersebut, Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) mengeluarkan larangan aktivitas sepak bola.
"Asosiasi Sepak Bola Qatar mengumumkan penundaan semua turnamen, kompetisi, dan pertandingan, berlaku mulai hari ini dan hingga pemberitahuan lebih lanjut," bunyi pernyataan resmi asosiasi.
"Tanggal baru untuk dimulainya kembali kompetisi akan diumumkan pada waktunya melalui saluran resmi asosiasi," tulis QFA melalui akun media sosial resmi.
Adanya kabar ini membuat Finalissima terancam batal digelar, kecuali venue untuk pertandingan dipindahkan.
Di tengah ketidakpastian terkait duel itu, presiden RFEF, Rafael Louzan, mengirimkan ultimatum kepada penyelenggara.
Ultimatum ini utamanya adalah menuntut kejelasan soal duel Spanyol vs Argentina akan tetap dilangsungkan atau tidak.
Dilansir BolaSport.com dari Diario AS, Louzan bahkan meminta agar penyelenggaraan Finalissima diputuskan dalam waktu 2x24 jam atau 2 hari ke depan.
"Kami harus menunjukkan solidaritas kepada negara-negara seperti Qatar dan Arab Saudi," buka pria berusia 58 tahun tersebut.
"Kami memiliki masalah, tetapi mereka juga. Mereka mengalaminya 24 jam sehari. Kami memantau situasinya. "
"Kami menunggu keputusan yang akan dibuat dalam 48 jam ke depan. Kami memiliki perjanjian yang ditandatangani dengan UEFA dan subkontrak untuk 6 pertandingan."
"Kami memberi mereka jangka waktu tersebut. Ini akan sangat cepat. Waktu hampir habis."
"Kedua pertandingan ini sangat penting untuk Piala Dunia, lebih dari sekadar bermain di Piala Dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih timnas Spanyol, Luis De la Fuente, menyarankan agar venue pertandingan kontra Argentina dipindahkan.
Apalagi Finalissima biasanya digelar di Eropa dan Amerika Selatan yang jadi zona asal kedua tim bertanding.
"(Jadi) solusinya adalah, sementara kita tidak dapat bermain di sana (Qatar), mencari tempat lain jika memungkinkan," ujarnya, dikutip dari Mundo Deportivo.
Sekadar informasi tambahan, Finalissima telah digelar sebanyak tiga kali masing-masing pada tahun 1985, 1993, dan 2022.
Dua dari tiga edisi tersebut, pertandingan selalu dimainkan di negara salah satu tim yang bertanding.
Sebagai contoh, pada edisi 1985 laga digelar di Prancis saat Timnas Prancis berhadapan dengan Uruguay.
Kemudian pada edisi 1993, pertandingan digelar di Argentina saat Timnas Argentina berhadapan dengan Denmark.
Barulah di edisi 2022 pertandingan digelar di tempat netral, yakni Inggris, saat La Albiceleste bertemu dengan Timnas Italia.