TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kantor Pertanahan (Kantah) Kulon Progo mengintensifkan proses pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) pengadaan lahan untuk Tol Yogyakarta-YIA.
Prosesnya kini sudah masuk wilayah Kapanewon Wates.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan, BPN Kulon Progo, Eko Herry Supriyanto mengatakan proses pencairan UGR atau Ganti Untung di wilayah Wates dimulai pekan lalu.
"Pencairan UGR dilakukan untuk pengadaan tanah Tol Yogyakarta-YIA di Padukuhan Beji, Kelurahan Wates, Kapanewon Wates," kata Eko memberikan keterangan pada Selasa (10/03/2026).
Menurutnya, ada sebanyak 22 bidang lahan milik masyarakat yang terdampak jalur Tol Yogyakarta-YIA dan menerima UGR. 22 bidang itu terdiri dari 21 bidang tanah dan 1 bangunan.
Eko mengatakan total nilai UGR yang disalurkan sebesar Rp 32,6 miliar. Nilai terendah UGR sebesar Rp 72 juta dan yang tertinggi senilai Rp 6 miliar.
"Proses pembayaran UGR kami lakukan di Kantor Kelurahan Wates," ujarnya.
Pembayaran UGR sendiri mengikuti arahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Lembaga inilah yang berwenang menentukan besaran UGR yang diterima oleh warga terdampak serta waktu pembayarannya.
Kepala BPN Kulon Progo, Margaretha Elya Lim mengatakan pencairan UGR Tol Yogyakarta-YIA sangat bergantung pada terbitnya SPP dari LMAN. Adapun pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap semua bidang dan non bidang yang terdampak.
"Proses identifikasi dan inventarisasi sudah kami lakukan sampai Wates," ungkap Elya belum lama ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Yogyakarta-YIA, Dian Ardiansyah memastikan proses pengadaan tanah akan tetap berlanjut di 2026 ini. Prosesnya termasuk pencairan ganti untung untuk warga terdampak.
Meski begitu, proses pengadaan tanah sangat bergantung pada kesediaan anggaran dari pemerintah pusat. Namun ia meyakini prosesnya akan tetap lancar tanpa kendala.
"Kami menargetkan di pertengahan 2026 pengadaan tol Yogyakarta-YIA selesai sampai Gamping," jelas Dian.(alx)