Akses jalan yang sempat tertutup longsor di Desa Campursari, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, kini sudah kembali dapat dilalui.
Aktivis warga kembali normal dan kendaraan sudah bisa melewati setelah proses pembersihan material selesai dilakukan.
Camat Kejajar, Chaerul Anam, mengatakan longsor tersebut terjadi pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di jalan penghubung Dusun Pulosari menuju Dusun Tempuran.
Ruas jalan tersebut juga menjadi jalur penghubung antara Kecamatan Kejajar dengan Kecamatan Watumalang.
Menurutnya, longsor dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak stabil dalam beberapa hari terakhir.
Hujan dengan intensitas cukup lebat telah mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (9/3/2026) sore.
“Sekitar pukul 15.30 WIB sudah mulai hujan dan cukup lebat, bahkan sampai malam hari hujan masih belum mereda,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai cukup berbahaya, terutama karena di sisi jalan terdapat tebing yang tidak memiliki penahan atau senderan.
Akibatnya, setelah waktu subuh tebing setinggi sekitar 16 meter yang berada di atas jalan tersebut longsor.
Material tanah dari tebing itu kemudian menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 22 meter serta mengenai lahan pertanian milik warga yang berada di bawahnya.
Meski sempat menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas warga, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Korban jiwa nihil,” ujar Chaerul Anam kepada tribunjateng.com.
Namun demikian, longsor menyebabkan sebagian lahan pertanian warga tertimbun material tanah.
"Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 800 meter persegi," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.