TRIBUNTRENDS.COM - Kepergian komedian Mpok Alpa atau Nina Carolina masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sang suami, Aji Darmaji yang akrab disapa Idung, kini harus menjalani kehidupan sebagai duda setelah sang istri meninggal pada 15 Agustus 2025.
Tujuh bulan setelah kepergian Mpok Alpa, Aji mengaku masih berusaha menjalani hidup seperti biasa meski rasa kehilangan belum sepenuhnya hilang.
Namun di tengah proses berduka itu, kehidupan pribadinya mengalami perubahan. Ia mengaku banyak perempuan yang mulai mendekatinya sejak menyandang status duda.
Hal tersebut diungkapkan Aji saat menjadi bintang tamu dalam podcast bersama Melaney Ricardo.
Baca juga: Aji Darmaji Curiga Ada yang Tak Beres soal Harta Mendiang Mpok Alpa, Siap Tempuh Jalur Hukum!
Melaney pun sempat menanyakan apakah Aji sudah mulai membuka hati untuk hubungan baru.
“Akhirnya sekarang sudah mulai membuka hati, atau belum?. Pelan-pelan. Maksudnya bergaul saja,” tanya Melaney.
Menanggapi hal tersebut, Aji mengaku hingga saat ini dirinya belum benar-benar membuka hati untuk menjalin hubungan serius.
“Kalau membuka hati belum, Kak. Belum, belum. Kalau sekadar teman-teman, seperti telepon-teleponan atau ngobrol dengan teman lama, ya ada.”
Ia menambahkan bahwa saat ini dirinya hanya membutuhkan teman untuk berbagi cerita.
“Saya itu cuma butuh teman," jawab Aji.
Melaney kemudian menyinggung kabar yang beredar bahwa cukup banyak perempuan yang mencoba mendekati Aji, bahkan sejak ia masih menikah dengan Mpok Alpa.
Baca juga: Warisan Mpok Alpa Jadi Sorotan, Aji Darmaji Buka Suara Soal Pembagian untuk Sherly dan Raffi Ahmad
“Saya juga sempat dengar cerita, yang mendekati itu macam-macam. Bahkan waktu masih menikah saja katanya ada yang mendekati, sampai almarhum sempat marah. Maksudnya yang mendekati kan kita tahu, dia dudanya Mpok Alpa, dudanya artis, pastilah begitu. Apalagi sekarang keadaannya istri sudah meninggal,” tanya Melaney lagi.
Aji pun mengakui bahwa memang ada banyak perempuan yang mencoba menghubunginya.
“Kalau yang nawarin diri sih banyak, Kak," jawab Aji.
Ia menyebut jumlahnya cukup banyak, baik dari orang yang sudah dikenal maupun yang belum pernah ditemui sebelumnya.
“Banyak, Kak. Banyak sekali. Yang tidak kenal maupun yang kenal.”
Bahkan menurut pengakuannya, dalam satu hari ia bisa menerima puluhan pesan dari perempuan yang ingin mendekatinya.
Baca juga: Perubahan Drastis Aji Darmaji Usai Kepergian Mpok Alpa, Ada Niat Terselubung? Keluarga Kecewa
“Sehari saja bisa lebih dari 20 orang yang menghubungi," jelas Aji.
Meski demikian, Aji menilai perhatian tersebut mungkin muncul karena dirinya masih dianggap memiliki energi dan usia yang relatif muda.
“Mungkin karena saya masih berenergi, Kak. Istilahnya masih bisa dibilang masih muda," pungkas Aji.
Di balik perbincangan soal kemungkinan menikah lagi, Aji juga mengenang pesan sang istri sebelum meninggal dunia.
Menurutnya, Mpok Alpa sempat berpesan agar dirinya tidak terburu-buru menikah jika suatu hari ditinggal pergi.
“Sebelum meninggal, almarhum sempat bilang ‘Lu jangan nikah dulu kalau gue meninggal. Jangan nikah dulu kalau rumput di makam gue belum sedengkul’,” kata Idung.
Aji mengakui kehilangan Mpok Alpa bukan hal yang mudah untuk dilalui. Namun kehadiran anak-anak menjadi sumber kekuatan terbesar baginya.
Baca juga: Kakak Kandung Mpok Alpa Murka Bongkar Kecurigaan Niat Jahat Aji Darmaji: Mau Buat Dia Sendiri?
“(Setelah kehilangan Mpok Alpa) Rasanya berat sekali. Apa yang bikin saya kuat? Saya melihat wajah anak, Kak. Itu yang bikin kita kuat,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak menjadi alasan utama dirinya tetap berusaha tegar menjalani kehidupan.
“Melihat muka anak seperti itu yang membuat saya semangat. Sekarang juga hidup saya untuk anak."
“Iya dong, yang bikin saya semangat itu anak.”
Ia juga sering mendapat pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya terkait kemungkinan dirinya menikah lagi.
“Kalau ada orang yang bertanya, ‘Bang, lu bakal kawin lagi?’”
Aji memilih menyerahkan sepenuhnya urusan jodoh kepada Tuhan.
“Saya serahkan saja semuanya kepada Tuhan. Itu masalah jodoh. Jodoh, maut, rezeki, Allah yang punya.”
Ia menilai manusia tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk soal pasangan hidup.
“Kalau saya bilang tidak, ternyata Allah kasih lagi, berarti saya munafik. Tapi kalau saya bilang iya, ternyata Allah tidak kasih lagi.”
“Berarti jodoh saya memang sampai saat itu dengan almarhum. Begitu saja.”
Baca juga: Duduk Perkara Polemik Keluarga Mpok Alpa dan Aji Darmaji, Mendadak Ajukan Hak Perwalian Anak
Aji juga mengungkapkan perasaannya menjelang Ramadan pertama tanpa kehadiran sang istri.
Ia tetap berusaha menjalankan tradisi keluarga dengan mengajak anak-anak berziarah ke makam Mpok Alpa.
“Tradisi kami menyambut bulan Ramadan itu ziarah kubur. Ngajak anak-anak juga,” ujar Aji.
Ia mengenang pada Ramadan tahun lalu masih sempat berziarah bersama sang istri.
“Tahun kemarin masih kita yang ziarah sama almarhum ke makam orang tua. Sekarang kita yang ziarahin makam almarhumah sama orang tua,” tuturnya.
Bagi Aji, momen tersebut terasa sangat emosional karena untuk pertama kalinya anak kembarnya diajak berziarah ke makam sang ibu.
“Baru kali ini si kembar diajak ziarah ke makam maminya,” ucapnya.
Ramadan kali ini pun terasa berbeda bagi dirinya dan anak-anak.
Baca juga: Aji Darmaji Dituding Pengangguran, Suami Mpok Alpa Beberkan Kerjaan setelah Ditinggal Istri
“Ramadan tanpa almarhum itu yang pertama kali. Hari pertama puasa nanti kita belum ngerasain nih bakal seperti apa,” kata Aji.
“Ya mudah-mudahan pada kuat, tegar,” harapnya.
Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio