PROHABA.CO, BIREUEN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mengunjungi sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen, Selasa (10/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia melakukan peletakan batu pertama pembangunan dan revitalisasi sejumlah sekolah mulai dari tingkat TK, SMP hingga SMA di beberapa kecamatan dalam Kebupaten Bireuen.
Saat berkunjung ke SMPN 2 Peudada di Desa Blang Bati, Menteri Abdul Mu’ti menyempatkan diri nyanyi bersama dengan siswa.
Suasana akrab dan menyenangkan pun tercipta tanpa diskenariokan sejak awal.
Kunjungan Mendikdsmen diawali ke TK Mujahidin, Kecamatan Jeunieb, dengan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan sekolah.
Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda ke SMPN 2 Peudada di Desa Blang Bati.
Kehadiran menteri yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin MSP, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Muslim, disambut para siswa dan guru.
Nyanyi bersama Di SMPN 2 Peudada ini, Menteri Abdul Mu’ti bersama Kepala Sekolah Salawati meninjau salah satu ruang kelas yang sedang melaksanakan tes kemampuan akademik (TKA).
Baca juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal Berhulu Ledak 1 Ton, AS Klaim Hancurkan 16 Kapal di Selat Hormuz
Dalam pertemuan singkat, pihak sekolah menyampaikan kondisi siswa serta kebutuhan fasilitas belajar, termasuk laptop untuk menunjang proses pembelajaran.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Abdul Mu’ti langsung menyerahkan bantuan untuk pengadaan laptop bagi sekolah tersebut.
Selain itu, ia juga menyempatkan diri menyapa para siswa yang berkumpul di halaman sekolah dan bernyanyi bersama para siswa dan guru.
Kegiatan selanjutnya adalah peletakan batu pertama pembangunan ruang administrasi SMPN 2 Peudada yang dilakukan secara simbolis oleh menteri bersama pejabat terkait.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa pada tahun 2026 pemerintah akan membangun puluhan sekolah yang terdampak banjir, termasuk di Aceh.
“Di Bireuen akan dibangun 22 SD, 35 TK, serta sejumlah SMP.
Paket revitalisasi bervariasi di masing-masing sekolah, seperti pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan, laboratorium, hingga bantuan perabot dan pengadaan laptop,” ujarnya.
Baca juga: Mobil Damkar Bireuen Tabrakan dengan Truk Tronton di Depan SPBU Karieng, Tiga Luka-luka
Ia tambahkan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah pada tahun 2026, khususnya untuk sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tanah longsor.
Menurutnya, selain di Aceh, program revitalisasi sekolah juga akan dilakukan di wilayah lain seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Di SMPN 2 Peudada sendiri, pemerintah akan membangun ruang administrasi serta merehabilitasi sembilan ruang belajar, membangun ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), serta menyediakan berbagai sarana penunjang lainnya dengan total anggaran lebih dari Rp3 miliar.
Bertemu dengan guru Selain mengunjungi SMPN 2 Peudada, Menteri Abdul Mu’ti juga singgah ke SMAN 2 Peudada yang lokasinya berdekatan untuk bertemu dengan para guru.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMKN 1 Peusangan untuk meresmikan ruang kelas darurat (RKD), kemudian meninjau ruang kegiatan belajar (RKB) di SMPN 2 Peusangan Selatan.
Agenda kunjungan di Bireuen ditutup dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi di SMK Kesehatan Bireuen.
(Serambinews.com/Yusmandin Idris)
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sampaikan Tausiyah Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon
Baca juga: Kabar Baik! Pemerintah Setujui Guru PPPK Mengajar di Sekolah Swasta, Begini Kata Mendikdasmen
Baca juga: Dua Pria Pengedar Sabu di Aceh Utara Ditangkap, Polisi Sita 17 Gram Barang Bukti