Pemkot Pangkalpinang Sudah Enam Kali Gelar Gerakan Pangan Murah Sepanjang 2026
Ardhina Trisila Sakti March 11, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Sepanjang tahun 2026, Pemkot Pangkalpinang tercatat telah enam kali melaksanakan GPM di berbagai lokasi di Kota Pangkalpinang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan dari total pelaksanaan tersebut, sebagian kegiatan digelar secara mandiri oleh pemerintah kota dan sebagian lainnya melalui kerja sama dengan Bank Indonesia.

"Secara keseluruhan kita sudah melaksanakan enam kali GPM sepanjang tahun 2026. Tiga kegiatan kita laksanakan secara mandiri, kemudian dua kegiatan lainnya bekerja sama dengan Bank Indonesia, dan kegiatan hari ini menjadi yang keenam," ujar Yiyi, kepada Bangkapos.com, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, pelaksanaan GPM merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Program ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah, terutama pada momen-momen tertentu ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

"Memang GPM ini sengaja kita laksanakan sebagai program untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah," jelasnya.

Ia menjelaskan, kegiatan GPM tidak hanya digelar menjelang Idulfitri, tetapi juga dilaksanakan pada berbagai momentum penting lainnya sepanjang tahun.

Beberapa di antaranya seperti saat peringatan Hari Pangan Sedunia, periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), hingga menjelang bulan Ramadan.

"Kita juga melaksanakan GPM pada momen-momen tertentu seperti Hari Pangan Sedunia dan saat Nataru kemarin. Kegiatan ini cukup intens kita lakukan," katanya.

Sementara itu, khusus menjelang Idulfitri tahun ini, Dispaper Pangkalpinang hanya menggelar satu kali GPM yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Kubah Timah.

Menurut Yiyi, keterbatasan waktu serta aktivitas para vendor yang mulai fokus berjualan di pasar menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan GPM jelang Lebaran hanya dilakukan satu kali.

"Kita hanya melaksanakan satu kali menjelang Idulfitri karena keterbatasan waktu dan para vendor juga sudah fokus berjualan di pasar atau di tempat masing-masing," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berharap pelaksanaan GPM tersebut tetap dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Pangkalpinang.

"Walaupun hanya satu kali, kita berharap kegiatan ini bisa maksimal membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran dengan harga yang lebih terjangkau," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.