TRIBUNNEWS.COM - Jadwal Finalissima antara pemenang Piala Eropa kontra Copa Amerika yang akan berlangsung bulan ini menjadi perbincangan hanya soal pemindahan venue pertandingan.
Laga tersebut mempertemukan raksasa besar antar-benua, Spanyol dan Argentina, dengan dua pemain ikonik yang menjadi pembeda, Lamine Yamal-Lionel Messi.
Awalnya, pertandingan Spanyol vs Argentina dijadwalkan berlangsung di Lusail Stadium, Doha, Qatar pada Sabtu (28/3/2026) pukul 01.00 WIB.
Namun seiring dengan kondisi Timur Tengah saat ini yang sedang memanas karena peran Iran dengan Amerika Serikat-Israel, beredar rumor soal pemindahan venue pertandingan.
"Besok akan diadakan pertemuan tingkat tinggi di mana keputusan definitif akan dibuat dengan UEFA, CONMEBOL, dan pemerintah Qatar mengnai Finalissima," beber laporan media Spanyol, RNE Deportes pada 9 Maret waktu setempat.
Laporan tersebut juga menyebutkan, jika pertandingan gagal berlangsung di Qatar, maka opsi yang tersedia saat ini dengan penyelenggaraan di Portugal.
Estadio da Luz, Lisbon yang merupakan kandang Benfica akan menjadi tuan rumah untuk laga Spanyol vs Argentina.
Sradion Olimpico di Roma juga menjadi alternatif lainnya selain Doha. Namun bagaimanapun, opsi penyelenggaraan di Portugal lebih diunggulkan untuk saat ini.
Laporan ESPN dari Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzan memperkirakan keputusan akan diambil dalam 48 jam ke depan, apakah Finalissima antara Spanyol vs Argentina siap dimainkan di Qatar.
"Akan sangat sulit (memainkan pertandingan di Doha)," kata Louzan kepada El Larguero di Cadena Ser, media Spanyol.
"Faktanya, empat hari yang lalu kami membatalkan dua penerbangan charter yang telah kami pesan untuk acara ini."
"Kami memperkirakan keputusan akan diambil dalam waktu 48 jam ke depan. Kemungkinan besar akan dipindahkan ke Eropa karena mayoritas pemain (Spanyol dan Argentina) berbasis di sana. Itu akan menjadi hasil yang logis," jelasnya.
Di sisi lain, beredar kabar soal Qatar yang tidak ingin mengundurkan diri menjadi tuan rumah.
Kompetisi sepak bola Qatar berhenti sejak 1 Maret 2026 akibat kondisi saat ini.
Namun pemerintah mereka meyakini dapat menggelar liga lokal yang akan dimulai pada Kamis pekan ini.
"Qatar tidak ingin mundur dari penyelenggaraan Finalissima dalam pembicaraan dengan UEFA dan CONMEBOL pada hari Senin," dari laporan jurnalis Argentina German Carrara.
"Qatar mengatakan liga lokal akan dimulai kembali pada hari Kamis ini. Mereka yakin negara tersebut siap untuk menjadi tuan rumah pertandingan. Keputusan akhir tentang tempat penyelenggaraan akan dibuat besok," tutupnya.
Pihak-pihak terkait saat ini tengah mempertimbangkan dengan serius dan cermat, karena tidak semudah itu memindahkan venue Finalissima.
Ada serangkaian acara dan pertandingan yang terlibat dari gelaran kali ini dengan sejumlah kerjasama yang telah terjalin.
"Ada banyak hal yang dipertaruhkan," lanjut Louzan.
"Perjanjian (Finalissima) ini adalah antara UEFA dan CONMEBOL melalui sebuah perusahaan, sebuah promotor, yang telah mengontrak enam pertandingan (semuanya di Doha)," tambahnya.
"Pertandingan itu adalah Spanyol vs Argentina (27 Maret), Mesir vs Spanyol (30 Maret), Arab Saudi vs Serbia (30 Maret), dan Argentina vs Qatar (31 Maret). Ini semua adalah bagian dari keseluruhan paket."
"Kita harus memperluas solidaritas kita ke negara-negara seperti Qatar dan Aab saudi. Kita memiliki masalah, tetapi mereka juga," tutupnya.
Selain empat laga di atas ada pertandingan Mesir vs Arab Saudi dan Qatar vs Serbia yang berlangsung pada 26 Maret.
(Tribunnews.com/Sina)