Stok BBM RI Hanya 23 Hari, Bahlil Santai: InsyaAllah Aman
Vivi Febrianti March 11, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan persoalan mengenai pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang hanya berkisar 23 hari. 

Ia menjelaskan, kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri memang terbatas yakni maksimal 25 hari.

Dengan kemampuan tersebut, saat ini pasokan BBM yang tersedia mencapai 23 hari.

"Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari," ujarnya dalam tayangan YouTube Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).

Meski begitu, bukan berarti setelah 23 hari maka stok BBM akan habis. 

Angka itu hanya menggambarkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan pada suatu waktu. 

Bahlil bilang, pasokan akan tetap terjaga karena produksi dan distribusi terus berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. 

"Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya," tegas dia. 

Bahlil pun memberikan perumpamaan sederhana untuk memperjelas cara kerja pasokan BBM. 

Dia mengibaratkan stok BBM seperti toren air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volume berkurang. 

"Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi," jelasnya. 

Dia mengatakan, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor. 

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan BBM, serta tidak perlu membeli secara berlebihan. 

"Saya mohon kepada saudara-saudara saya, tidak usah panic buying. InsyaAllah BBM kita, elpiji kita (aman), negara akan hadir," ucap dia.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan, bahwa pasokan BBM Indonesia tidak hanya bergantung pada satu sumber. 

Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah. 

Pasokan tersebut diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz. 

Sebagai strategi jangka panjang, pemerintah pun akan meningkatkan kapasitas penyimpanan. 

Rencana itu mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung stok BBM setidaknya untuk tiga bulan atau 90 hari, sesuai standar nasional. 

"Dengan kejadian storage kita yang cuma 21 hari, 25 hari, perintah Bapak Presiden Prabowo, harus kita bangun minimal storage kita tiga bulan. Itulah standar nasional," kata Bahlil.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.