SURYA.co.id JOMBANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar program pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang pada Rabu (11/3/2026) sore ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Program pasar murah tersebut disambut antusias oleh warga. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama menjelang Lebaran.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pasar murah ke-47 yang diselenggarakan Pemprov Jatim sepanjang tahun 2026.
Baca juga: Lamongan Gelar Safari Ramadan di Sugio: Ada Pasar Murah dan Layanan Adminduk
"Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan distribusi bahan pokok sekaligus melengkapi berbagai upaya stabilisasi harga yang telah dilakukan pemerintah kabupaten maupun kota," ucap Khofifah saat dikonfirmasi awak media termasuk SURYA.co.id usai kegiatan.
Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan intervensi di tingkat kecamatan. Karena itu, pasar murah dari pemerintah provinsi hadir sebagai penguat agar masyarakat semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia juga menegaskan bahwa lokasi penyelenggaraan pasar murah sengaja dipilih jauh dari pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan ini tidak menimbulkan persaingan dengan pedagang di pasar setempat.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, kata Khofifah, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.
"Karena itu, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil," ungkapnya melanjutkan.
Baca juga: Jadwal Pasar Murah Pemkot Surabaya Ada Di 93 Titik, Harga Lebih Murah Dari Pasar
Selain menjual bahan pokok dengan harga lebih murah, Pemprov Jatim juga menyediakan program bantuan khusus bagi kelompok rentan.
"Lansia kurang mampu berusia di atas 60 tahun mendapatkan beras gratis sebanyak 5 kilogram. Sementara itu, bantuan telur juga diberikan kepada ibu hamil dan balita," katanya.
Dalam dialog dengan warga, Khofifah turut memastikan ketersediaan stok pangan di Jawa Timur berada dalam kondisi aman.
Ia menyebut cadangan beras diperkirakan cukup hingga akhir tahun, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan bahan pokok selama Ramadan maupun menjelang Lebaran.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, stok pangan di Jawa Timur selama Ramadan maupun menjelang lebaran dalam kondisi aman," tukas Khofifah.
Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Mojokerto, Muhammad Husin yang ikut mendampingi Khofifah menjelaskan, pihaknya ikut mendukung pelaksanaan pasar murah tersebut dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan.
Dalam kegiatan itu, Bulog menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 8 ton, beras premium 350 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta minyak goreng Minyakita sebanyak 300 liter.
Husin menambahkan, dukungan Bulog terhadap pasar murah tidak hanya dilakukan pada satu kegiatan saja.
"Selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, Bulog akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat," ungkap Husin saat dikonfirmasi di lokasi.