Dua Korban Lain Kasus Pelecehan oleh Pelatih Kick Boxing Mulai Bersuara, Ungkap Perilaku Janggal
Dyan Rekohadi March 11, 2026 10:32 PM

 

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Selain VA (24), atlet Kickboxing perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual oleh pelatihnya sendiri , korban lain mulai angkat suara.

Melalui unggahan Instagram Story, VA mengungkap setidaknya ada dua korban lain yang mengalami pelecehan oleh pelatih berinisial MPC (44) .

Seperti diketahui, MPC yang juga menempati jabatan sebagai Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Jatim, ditangkap Anggota Polda Jatim dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Sikap Berani Atlet Korban Pelecehan Pelatih Kickboxing : Aku Diam Bukan karena Kalah

 

Dua Atlet lain jadi Korban

Melalui unggahan akun Instagram Story resmi miliknya, korban VA menunjukkan kesaksian dua orang korban lain yang menghubunginya melalui pesan singkat IG, Selasa (11/3/2026).

Korban meletakkan kesaksian kedua korban, sebut saja korban A dan korban B,  melalui satu unggahan yang sama.

Dalam unggah itu terungkap Korban A , mengaku dirinya ketakutan semenjak menjadi korban pelecehan. 

Bahkan, korban A cuma bisa berdiam diri, dan memendam permasalahan tersebut, sendirian. 

Korban A, merasa tidak ada gunanya mengadukan permasalahan tersebut kepada siapapun. 

Ia menyebutkan bahwa sosok pelaku memiliki kemampuan berbicara yang mumpuni untuk memutar balikkan fakta. 

Saking traumanya, korban A mengaku kepada Korban VA, lebih memilih keluar dari kamp pelatihan yang dikelola pelaku. 

"Masi banyak sebenrnya mba yg aku rasa janggal selama aku latian di sana, cuma ini yg menurutku paling parah, aku cuma bisa diem, aku ga berani speak up karna tau klo kange pinter bngt ngomong nya, dan aku milih keluar dari camp

(Artinya: Masih banyak sebenarnya perlakuan janggal selama aku latihan di sana cuma ini yang menurutku paling parah, aku cuma bisa diam, tidak berani mengungkapkan, karena tahu kalau pelakunya pintar ngomong, dan aku memilih keluar dari kamp)

Pernyataan itu ditulis korban A, seperti yang dapat dilihat dalam unggahan IG milik Korban VA, seperti yang dilihat SURYA.CO.ID pada Rabu (11/3/2026). 

 

Baca juga: Breaking News: Polda Jatim Bongkar Kasus Pelecehan Atlet Perempuan oleh Pelatih Kickboxing

 

Tetiba Memeluk saat Kamp Latihan Sepi

Kemudian, Korban VA mengulas bahwa korban kedua, sebut saja korban B, yang mengaku pernah dilecehkan pelaku saat berada di kamp pelatihan. 

Saat itu, pelaku tiba-tiba memeluk korban tanpa sebab di saat kondisi kamp belum ada peserta pelatihan sama sekali. 

Namun, momen tersebut tidak berlangsung lama dan terhenti ketika beberapa orang peserta pelatihan mulai berdatangan. 

Momen tersebut begitu awkward bagi korban dan tentunya menimbulkan trauma berkepanjangan. 

"Oalahh iyaa mba, aku sbner e juga pernah pas di mes tbtb ki di peluk itu ga wajar kan mb? itu keadaan gda orng blom pda datengg trs alhamdulilah e sg dari alun" dateng e cepet, pkoe waktu itu ki dia bahas" hbis itu meluk,"

(Artinya: oalahh iya mbak, sebenarnya aku juga pernah saat berada di mess, tiba-tiba dipeluk itu gak wajar kan mbak? Itu keadaan tidak ada orang, belum pada datang, terus alhamdulillah teman yang dari alun-alun datangnya cepat, dan setelah itu hal ini menjadi pembahasan)" tulis pengakuan korban kedua. 

Kemudian, Korban VA memberikan penegasan berupa stiker yang menyebutkan bahwa kedua orang tersebut merupakan figur yang hebat karena berani bersuara. 

"2 orang hebat ini sudah berani bersuara," tulis Korban VA. 

Baca juga: Update Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Atlet Kick Boxing, KONI Jatim Sebut Plt Ketua KBI Jatim

 

Berkas Mulai Dilimpahkan ke Kejaksaan


Sementara itu, Kasubdit II Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Jatim Kompol Ruth Yeni mengatakan, sementara ini, jumlah korban yang sudah diperiksa untuk menjalani penyidikan hingga proses pemberkasan perkara, berjumlah satu orang yakni Korban VA. 

Bahkan, berkas perkara atas kasus ini, sudah memasuki Tahap I atau diserahkan untuk diteliti oleh pihak Kejaksaan, pada Senin (9/3/2026). 

Mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah korban, ia belum dapat memastikan untuk sementara ini. 

"Kasus sudah tahap I, Tanggal 9 Maret 2026. Korban sementara masih 1 belum menjajaki korban yang lain. Kalau kasus begini, korban mungkin tidak berani cerita. Jadi sementara masih 1 korban, iya yang sudah diberkas dan dikirim Tahap I," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Rabu (11/3/2026). 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.