Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Gema Ramadan 1447 Hijriah tidak hanya diisi dengan ibadah ritual, tetapi juga menjadi momentum bagi Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Nabire di Provinsi Papua Tengah untuk memperkuat simpul kemanusiaan.
Melalui aksi bertajuk berbagi kasih, organisasi para pegiat komunikasi radio ini menyambangi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Lagari Jaya di Distrik Makimi dengan menyalurkan santunan bagi para santri.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Masjid Al-Falah, Kampung Lagari Jaya ini, menjadi bukti nyata bahwa peran ORARI melampaui frekuensi udara.
Baca juga: TPNPB-OPM Bebaskan 3 Warga di Yahukimo, Sebby Sambom: Tidak Ada Lagi Jaminan Keamanan
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus madrasah setempat dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Ketua ORARI Lokal Nabire, Adryanto Juwandani yang memimpin langsung aksi sosial ini.
Adryanto mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial organisasi terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ORARI hadir di tengah masyarakat bukan sekadar untuk komunikasi radio, tetapi juga memiliki empati terhadap pendidikan keagamaan anak-anak kita. Ramadan adalah waktu terbaik untuk mempererat silaturahmi secara langsung,” kata Adryanto kepada awak media, Jumat, (20/3/2026).
Baca juga: Dua Lokasi di Mimika Jadi Pusat Pelaksanaan Salat Id warga Muhammadiyah
Sementara, Kepala MDT Al-Falah Lagari Jaya, Abdul Haris menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ORARI.
Menurut dia, kunjungan ini memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar bantuan materi.
Namun lanjut dia, ini adalah suntikan semangat bagi para santri yang tengah menimba ilmu agama.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi operasional kami dan kebutuhan santri. Kami sangat berterima kasih karena ORARI peduli terhadap masa depan generasi Qurani di desa kami. Ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap pendidikan di pelosok,” ujar Abdul.
Baca juga: Pemerintah Kembangkan Pelabuhan Korido di Papua sebagai Simpul Maritim Pasifik
Senada juga dengan pengasuh madrasah, Muhammad Sodiq yang menilai kehadiran organisasi kemasyarakatan di tengah persiapan menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1447 H memberikan rasa kebersamaan yang kuat bagi para pengajar dan wali santri.
Dia berharap, kolaborasi ini dapat terus terjaga demi membangun harmoni dan nilai-nilai religius di Kabupaten Nabire.
Menurut Sodiq, sinergi antara para pemilik frekuensi di Nabire, dan lembaga pendidikan ini menjadi catatan manis di satu hari terakhir Ramadhan.
"Ini membuktikan, komunikasi terbaik adalah yang dilakukan dengan hati dan aksi nyata," pungkasnya. (*)