Suasana Paskah di Objek Wisata Tugu Perang Dunia Kedua Manado Sulut
Indry Panigoro March 20, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aura Paskah nampak di objek wisata tugu peringatan perang Dunia kedua di kota Manado, provinsi Sulut. 

Amatan Tribunmanado.com, Jumat (20/3/2026), tugu itu dihias dengan ornamen Paskah. 

Tiga buah salib dipasang di bagian tengah tugu. 

Salib yang paling tengah dilingkari kain ungu.

Dibelakang salib itu dipasangi semacam terpal dengan warna putih dan hitam. 

Kesan yang muncul adalah itu hiasan kuburan Yesus Kristus. 

Tampilnya ornamen Jumat Agung di monumen itu kian menambah kesan "sengsara" di tugu tersebut. 

Diketahui, Kota Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang paling menderita pemboman hebat dari pihak Sekutu. 

Posisi Manado di bibir Pasifik jadi sarang benteng Jepang.

Hingga Sekutu perlu memborbardinya demi kepentingan militer strategis. 

Alhasil kota Manado di bom dashyat. Kota tua Manado pun hancur tak bersisa. Termasuk benteng Nieuw Amsterdam. 

Nah, tugu itu dibangun kemudian untuk mengenang korban-korban yang jatuh selama perang dunia kedua, baik dari Sekutu maupun Jepang. 

Tiap bidang tugu menyimbolkan penyerahan arwah korban perang kepada Tuhan yang Maha kuasa.

Empat tiang penyangga dengan sebuah kubus persegi empat pada tugu menyimbolkan peti jenazah yang berisi abu jenazah korban perang.

Pada bagian atas tugu terdapat kotak kubus yang dibentuk dari empat bola roda.

Ini simbol dari pemisah antara makhluk mulia manusia yang mengusung dan yang diusung.

Keterangan yang diperoleh tribunmanado, Tugu Perang Dunia 2 didirikan oleh Sekutu pada 1946.

Arsiteknya adalah seorang Belanda bernama Den Bosch.

Berbekal 300 sak semen dari sekutu, Bosch membangun tugu dengan arsitek kolonial.

Tugu tersebut tak diresmikan. Namun kehadirannya tetap bersejarah. 

Ini membuktikan bahwa Manado punya nilai strategis di mata international. 

Nilai sejarahnya tinggi. 

Tak heran tempat ini jadi salah satu lokasi yang banyak didatangi wisatawan asing. 

Tugu ini selalu masuk paket wisata di Manado. Baik turis Tiongkok maupun Eropa.

Nah adanya hiasan Salib Paskah membuat turis kian suka lokasi itu.

Storynomics tourism di lokasi itu kian dramatis.

Amatan Tribunmanado, tampat tersebut hampir tiap hari didatangi turis. 

Terbanyak dari Cina.

Ada pula Korea Selatan serta Eropa. 

Konon dulunya perwakilan Kaisar Jepang pernah mengunjungi tugu tersebut. 

Pun anak cucu para tentara Jepang.

Lani seorang warga mengaku hiasan salib di tugu itu membuat penghayatan masa sengsara Yesus Kristus kian khusyuk. 

Simbol pengorbanan perang berpadu simbol salib yang merupakan tanda pengorbanan sang putra Allah Yesus Kristus untuk dosa manusia. 

"Suasananya indah sekali, apalagi jika malam hari," katanya. (Art) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.