Wali Kota Medan Pakai Koko Putih saat Sholat Id di Lapangan Merdeka Medan bersama Ribuan Warga
Randy P.F Hutagaol March 21, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pagi Sabtu (21/3/2026) langit Medan masih berselimut cahaya lembut ketika langkah-langkah kaki mulai memadati Lapangan Merdeka.

Embun tipis seakan menjadi saksi menyambut ribuan warga yang datang dengan satu tujuan menundukkan hati dalam sujud syukur di hari kemenangan Idul Fitri

Di antara lautan jamaah, tampak Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir sederhana tiba pukul 07.10 WIB. Mengenakan peci hitam dan kemeja koko putih, ia berbaur tanpa sekat, menyatu dalam saf-saf yang rapat.

Langkahnya menuju saf terdepan yang disiapkan protokoleran, tak ada jarak antara pemimpin dan rakyat, semua larut dalam panggilan yang sama, menghadap Sang Maha Kuasa.

Gema takbir bertalu-talu, mengalun seperti kidung langit yang jatuh ke bumi. Pada Sholat Ied 2026 diimami Ustaz Adnen Tumamgger dan Tifatul sebagai khatib.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillah Ilham,,” suara itu menggulung berulang perlahan, menyusup ke relung dada, menghadirkan getar haru yang sulit dilukiskan. Di setiap lantunan, ada doa yang dipanjatkan, ada rindu yang dilepaskan, ada harapan yang disematkan.

Sholat Idulfitri pun dimulai. Hamparan sajadah menjadi saksi ribuan dahi yang bersimpuh serentak. Gerakan takbir, rukuk, hingga sujud mengalir dalam harmoni yang khusyuk. Sejenak, hiruk-pikuk dunia seperti menghilang, digantikan ketenangan yang menyejukkan jiwa.

Pada rakaat kedua, Imam Adnen terdengar menangis melantunkan ayat suci Al Quran. Bahkan sampai berulang mengucapkan kalimat yang sama. 

Angin pagi berhembus pelan, membawa harapan doa. Wajah-wajah yang sebelumnya lelah oleh perjalanan hidup, kini tampak teduh. Mata yang basah tak lagi disembunyikan, karena di hari itu, air mata adalah bahasa paling jujur antara hamba dan Tuhannya.

Di khutbah yang mengalun setelah sholat, pesan tentang keikhlasan, persaudaraan, dan kepedulian kembali ditegaskan. Bahwa kemenangan sejati bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana manusia mampu menjaga hati tetap bersih dan penuh kasih.

(Dyk/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.