Festival Musik Patrol Kota Kediri Disulap Jadi Ajang Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya
Sri Wahyuni March 21, 2026 12:48 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kemeriahan malam takbiran di Kota Kediri tahun ini diwarnai gelaran Festival Musik Patrol 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

Festival Musik Patrol ini melibatkan puluhan peserta, dari berbagai Kelurahan dan sekolah.

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi generasi muda dalam memadukan budaya lokal dengan sentuhan kreativitas modern.

Festival diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Sebanyak 54 peserta turut ambil bagian, terdiri dari perwakilan 46 kelurahan serta pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kota Kediri, menjadikan acara ini salah satu perhelatan takbiran terbesar di daerah tersebut.

Rute pawai dimulai dari Balai Kota Kediri dan melintasi sejumlah jalan utama sebelum kembali ke titik awal.

Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan pertunjukan musik patrol dengan kentongan, beduk, hingga alat musik tradisional lainnya yang dipadukan dengan atraksi visual menarik.

Tidak hanya mengandalkan bunyi-bunyian tradisional, para peserta juga tampil dengan kostum tematik yang mencuri perhatian.

Mulai dari busana adat hingga kreasi modern bernuansa tradisional, semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati jalur pawai.

Baca juga: Bupati Nganjuk Kang Marhaen Buka Festival Pulang Kampung ke 5, Dorong Aktivitas Ekonomi

Dalam sambutannya, Vinanda menegaskan bahwa malam takbiran merupakan momen penuh makna bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Malam takbiran adalah bentuk rasa syukur kita setelah satu bulan berpuasa. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi musik patrol sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

Menurutnya, festival ini menjadi langkah konkret dalam memastikan budaya tersebut tetap hidup di tengah arus modernisasi. 

“Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal,” ungkapnya.

Lebih jauh, Vinanda menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan ruang bagi generasi muda dalam berkarya.

Ia melihat festival ini sebagai wadah strategis untuk menyalurkan kreativitas tanpa meninggalkan akar budaya. “Kami ingin anak-anak muda terus berinovasi, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi,” tambahnya.

Baca juga: Atasi Genangan Air, Dinas PUPR Nganjuk Normalisasi Saluran Irigasi Wilayah Sukomoro

Salah satu peserta, Lurah Ngadirejo Heru Sugiarto, mengungkapkan bahwa persiapan timnya dilakukan dalam waktu singkat.

Meski hanya enam hari, semangat kolaborasi warga, terutama karang taruna, mampu menghasilkan penampilan yang maksimal.

“Kita bareng-bareng belajar musik patrol untuk persiapan festival ini. Alhamdulillah berjalan lancar, sekaligus menjadi upaya melestarikan alat musik tradisional,” kata Heru.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Ribuan warga memadati jalan untuk menyaksikan parade, menjadikan festival ini bukan hanya pertunjukan, tetapi juga ajang silaturahmi dan kebersamaan.

Dengan tingginya partisipasi dan dukungan publik, Festival Musik Patrol Malam Takbiran diharapkan dapat terus berkembang menjadi ikon budaya tahunan di Kota Kediri, sekaligus magnet bagi pemudik dan wisatawan yang ingin merasakan nuansa takbiran yang berbeda.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.