Cara Menkeu Purbaya Dapat Baju Lebaran Cuma Seharga Rp 125.000, Tetap Nawar Agar Murah
Ignatia Andra March 22, 2026 10:31 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Harga baju lebaran Menkeu Purbaya ramai dibicarakan publik belakangan ini.

Menteri Purbaya pun berbagi cerita ringan soal penampilannya saat merayakan Hari Raya Idulfitri 2026. 

Dia memamerkan bahwa baju koko yang dikenakannya dibeli dari kawasan Tanah Abang.

"Bajunya ini beli di Tanah Abang, waktu itu," ujarnya, Sabtu (21/3/2026), dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.com, Minggu (22/3/2026).

Penampakan baju lebaran Purbaya

Sembari menunjukkan baju koko berwarna hijau turquoise yang dikenakannya, Menteri Purbaya membelinya dengan harga sekira Rp125.000.

Dia bahkan berkelakar tetap menawar saat membeli.

"Sekira Rp125.000, tangan pendek. Menteri boleh (nawar) kan?" ucapnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Baginya, ini adalah salat Idulfitri pertamanya sebagai menteri.

Meskipun demikian, dia berusaha untuk menikmatinya meskipun diakuinya memiliki beban tersendiri.

Salah satunya adalah kurang tidur.

Mengaku dapat bonus lebih banyak

Pada kesempatan itu, Menteri Purbaya juga mengungkapkan pengalaman pertamanya merayakan Idulfitri sebagai Menteri Keuangan.

Dia menyebut Lebaran tahun ini terasa berbeda karena beban tanggung jawab menjadi lebih besar, bahkan sampai memengaruhi waktu istirahatnya.

"Lebaran jadi Menteri lebih berat daripada biasanya."

"Kalau malam santai saja, masih mikir. Kadang-kadang susah tidur," kata dia.

Meski demikian, dia tetap menikmati momentum Lebaran tahun ini.

Purbaya bahkan berkelakar bahwa sisi positif yang dia rasakan adalah mendapat bonus yang lebih besar, meski harus menghadapi tekanan pekerjaan.

"Tapi lumayanlah, lebih senang, bonus lebih banyak," canda Purbaya.

Baca juga: Bupati Lindra Salat Id di Masjid Agung Tuban, Ribuan Jemaah Padati Hingga Alun-Alun

Curhatan Purbaya

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menyampaikan bagaimana dirinya membandingkan kondisi keuangan dengan negara lain.

"Dari situ sih kita masih lumayan, walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai harus dengan fair, apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa," kata Purbaya saat jumpa pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (11/3/2026), dikutip TribunJatim.com via Tribun Sumsel, Kamis (12/3/2026).

Padahal menurut Purbaya, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih cukup baik dibandingkan beberapa negara khususnya di Asia Tenggara.

Dimana, berdasarkan data pihaknya selama adanya konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran penurunan terhadap nilai tukar rupiah hanya 0,3 persen.

Baca juga: Cara Rapi Warga Gresik Raup Rp 81 Juta Menipu Perawat yang Percaya Diterima PPPK Tanpa Tes

Jika dibandingkan dengan Malaysia yang menyentuh 0,5 persen dan Thailand 1,6 persen, angka tersebut lebih rendah.

"Kalau Anda lihat itu, nilai tukar [rupiah terhadap] dolar AS, depresiasinya sejak perang [Israel-AS vs Iran], kita lihat terdepresi sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita. Malaysia -0,5 persen, Thailand -1,6 persen, dan lain-lain. Jadi kita masih lumayan," ucap Purbaya.

Atas hal itu, Bendahara Negara RI tersebut meminta kepada seluruh pihak untuk tidak hanya melihat pada level nilai tukar rupiah semata.

Kata dia, Indonesia sejatinya masih cukup baik dalam menjaga kebijakan fiskal dan moneter di tengah konflik yang masih memanas hingga hari ini.

"Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," tandas dia.

Kata Purbaya soal BBM Indonesia terdampak

Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia tersisa hanya 20 hari menjadi sorotan publik.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut menyoroti terkait cadangan BBM tersebut.

Menkeu Purbaya menuturkan, masalah cadangan BBM ini merupakan urusan Bahlil Lahadalia.

Meski begitu, ia mengungkapkan pada dasarnya pemerintah sudah menyetok cadangan BBM untuk kebutuhan rakyat. 

Tepatnya selama 20 harian, stok BBM tersedia untuk rakyat. Kondisi tersebut pun adalah hal normal. 

"Kan stok minyak (BBM) saya enggak tahu ya, stok minyak kan urusan Pak Bahlil. Cuman yang saya tahu gini setiap saat tuh kita menyetok sekian puluh hari, kalau enggak salah 15 hari lebih ya,"  usai sidak harga di Pasar Tanah Abang, Jakarta pada Senin (9/3/2026), dilansir Kompas TV, via Tribun Sultra.

Purbaya juga mengungkapkan stok BBM yang berlebih justru akan membuat negara rugi. 

"Ini kan stoknya 20 hari, berarti berlebih, bukan habis. Nanti kalau itu bisa beli lagi. Itu stok yang normal bukan darurat," kata Purbaya. 

Baca juga: Negara ini Kurangi Jam Kerja Jadi 4 Hari Demi Hemat Listrik dan BBM Imbas Konflik AS-Israel vs Iran

Menurutnya, pernyataan Bahlil dipermasalahakan karena banyak orang pihak yang menilai tidak cukup. 

Apalagi saat ini, situasi perang Iran vs Amerika Serikat-Israel yang memberi dampak signifikan pada harga minyak dunia. 

Terlebih terganggunya, jalur perdagangan di Selat Hormuz. Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang sangat strategis. 

Lokasinya berada di antara Iran di utara dan Oman/Uni Emirat Arab di selatan.  Selat ini juga menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Selat ini merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global, menjadikannya titik rawan ekonomi dunia. 

Purbaya menekankan, cadangan BBM yang ada sekarang sudah optimal. Karena jika menyetok cadangan BBM hingga setahun, justru bisa mendapatkan kerugian.

"Ada yang bilang, 'wah, (stok BBM) kita tinggal 20 hari lagi.' Bukan begitu. Kalau di stok setahun kan rugi, ada costnya. Jadi strateginya seperti itu. Sudah optimal itu," terang Purbaya.

Baca juga: Stok BBM Dipastikan Aman sampai Idul Fitri, Anggota Komisi VI DPR RI: Tidak Perlu Panic Buying

DPR Turut Soroti

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, merespons kabar cadangan BBM Indonesia cukup sekitar 20 hari di tengah konflik Timur Tengah yang memanas imbas Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. 

Rivqy pun meminta Pertamina memberikan penjelasan secara komprehensif supaya warga tak panik.

"Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah justru menimbulkan kepanikan berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM," kata Rivqy kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB itu menjelaskan sistem pencadangan BBM di Indonesia sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan Pertamina dalam menyediakan dana serta fasilitas penyimpanan. 

Dia menyebut pernyataan soal cadangan BBM di RI habis dalam jangka waktu tertentu tak bisa dimaknai secara sederhana.

Ia menilai Pertamina sebagai operator utama distribusi energi nasional harus memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat terkait ketersediaan BBM di Indonesia.

"Agar kepanikan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas," katanya.

Untuk diketahui, saat ini di sejumlah daerah terpantau terjadi antrean kendaraan yang mengular di berbagai SPBU. 

Fenomena panic buying ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan stok BBM imbas memanasnya situasi konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.