Drainase Belum Terhubung Jadi Penyebab Banjir Cilangkap Jaktim
Feryanto Hadi March 22, 2026 03:18 PM

 


Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Momen Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi kepanikan bagi warga di Cilangkap, Jakarta Timur. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu petang memicu genangan air setinggi 30–40 sentimeter, merendam rumah warga tanpa peringatan.

Lebaran yang seharusnya dipenuhi tawa keluarga dan aroma masakan khas justru berubah menjadi momen penuh kepanikan bagi warga di Jalan Artha Kencana, Gang Mukhtar, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Air datang tanpa aba-aba, menggenangi rumah-rumah dengan cepat hingga banyak penghuni tak sempat menyelamatkan barang berharga mereka.

Seno Haryanto (37), salah satu warga setempat, merasakan langsung perubahan kondisi yang cukup drastis.

Baca juga: Banjir di Ciracas Jaktim Dipicu Kiriman Air dari Depok, Bukan karena Turap Jebol

Selama lima tahun bermukim di kawasan itu, ia mengaku baru kali ini menghadapi banjir dengan ketinggian yang jauh lebih parah.

Jika biasanya air hanya sebatas mata kaki, kali ini genangan naik signifikan dan membuat situasi menjadi jauh lebih sulit dikendalikan.

Genangan air setinggi 30–40 sentimeter tersebut merendam hampir seluruh bagian rumah warga, memicu kepanikan di tengah suasana Lebaran.

Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Cipayung, Dian Kartika, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan lebat dengan durasi yang cukup lama pada Sabtu (21/3/2026) petang.

Menurutnya, Waduk Giri Kencana atau Batu Licin yang berfungsi sebagai pengendali banjir telah beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca juga: Sempat Tergenang, BPBD Pastikan Banjir di Jakarta Sudah Surut

Namun, sistem drainase di kawasan permukiman belum sepenuhnya optimal.

“Masih ada sejumlah saluran di area pemukiman warga yang belum terhubung ke waduk, sehingga aliran air tidak tertampung maksimal,” jelas Dian saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Minggu (22/3/2026).

Sebagai langkah penanganan, pihaknya telah membuka pintu air inlet Waduk Giri Kencana dan menutup outlet waduk guna menahan dan mengendalikan aliran air.

Ke depan, pemerintah berencana membangun tambahan inlet yang menghubungkan saluran air warga langsung ke waduk. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampungan serta mengurangi potensi genangan di kawasan Cilangkap.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan drainase dan konektivitas saluran air masih menjadi tantangan, terutama saat curah hujan tinggi bertepatan dengan momen penting seperti Lebaran.(m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.