TRIBUNDEPOK-Sebanyak 14.700 warga Depok kebanjiran di tengah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026).
Dilaporkan hingga kini petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi hujan susulan di Depok.
“Untuk saat ini kondisinya sudah tertangani semuanya. Sudah mulai surut di semua lokasi,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Rahman Pujiarto seperti dimuat Kompas.com Minggu (22/3/2026).
Dilaporkan pada hari Sabtu lalu 3.675 rumah di Depok terendam banjir.
Berdasarkan laporan DPKP, terdapat delapan titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Sopo Marwah dan Bukit Nekesatu di Kecamatan Cimanggis.
Rahman mengaku belum memperoleh data terbaru terkait jumlah warga yang sempat dievakuasi saat banjir terjadi.
Namun, ia memperkirakan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing.
“Kalau melihat kejadian-kejadian sebelumnya di Depok, banjir biasanya cepat surut. Kemungkinan besar warga sudah kembali ke rumah,” kata dia.
Baca juga: Sempat Terendam Banjir, Ini Prakiraan Cuaca Depok di Hari Kedua Lebaran
Sementara itu, laporan dari Kabid Penanggulangan Bencana Kota Depok Deny Romulo, banjir berdampak cukup luas dengan total sekitar 3.675 kepala keluarga (KK) atau 14.700 jiwa terdampak dan 3.675 rumah terendam banjir.
Wilayah terdampak tersebar di 4 kecamatan dan 13 RW.
Berikut rinciannya:
Banjir di Depok terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Depok sejak pukul 15.00 WIB.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap, di antaranya Kali Cikupa, Kali Cipinang, Kali Jantung, dan Kali Laya.
Selain itu, luapan air juga berasal dari danau yang berada di dalam kawasan Mako Brimob Kelapa Dua.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 160 sentimeter di sejumlah titik.
Dalam penanganan banjir ini, DPKP Depok berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari tim SAR, Brimob, PMI, hingga unsur masyarakat.
(Wartakotalive.com/DES/Kompas.com)