Sosok Taufik Bilhaki yang Ejek Penelitian Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Ijazah Jokowi, Puji Rismon
Putra Dewangga Candra Seta March 23, 2026 10:32 AM

 

 

SURYA.co.id – Taufik Bilhaki atau yang dikenal sebagai Bang Bill menilai penelitian yang dilakukan Pakar Telematika Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo hanyalah analisis yang tidak memiliki dasar kuat.

Pernyataan itu disampaikan Bang Bill dalam kanal YouTube miliknya, Bang Bill Offside.

Bang Bill sendiri dikenal sebagai pihak yang sebelumnya melaporkan dugaan ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi, Jepang, yang disebut palsu.

Roy Suryo, Rismon, dan dr Tifa sebelumnya merupakan tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang masuk dalam klaster pertama.

Rismon Berubah Sikap dan Ajukan Restorative Justice

KASUS LAIN - Ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Rabu (12/3/2026) sore. Meski sudha mendapat maaf, Rismon kini masih harus menghadapai kasus lain, yakni terkait ijazah S2 dan S3 miliknya.
KASUS LAIN - Ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Rabu (12/3/2026) sore. Meski sudha mendapat maaf, Rismon kini masih harus menghadapai kasus lain, yakni terkait ijazah S2 dan S3 miliknya. (Tribun Solo)

Dalam perkembangan terbaru, Rismon disebut telah mengubah pandangannya dan menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

Ia juga mengakui bahwa penelitian yang dilakukan sebelumnya mengandung kekeliruan.

Rismon bahkan telah menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan mendatangi rumah mantan presiden tersebut di Solo.

Selain itu, ia juga mengajukan Restorative Justice (RJ). Namun, hingga saat ini belum ada surat resmi SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari Polda Metro Jaya.

Menurut Bang Bill, kesalahan Rismon ada dua hal utama, yakni penggunaan identitas gelar akademik yang keliru serta kesalahan dalam menganalisis ijazah Jokowi, baik dari sisi metodologi maupun aspek lainnya.

Tidak Ada yang Bisa Diharapkan

Bang Bill menyebut, sejak awal dirinya menilai tidak ada yang bisa diharapkan dari ketiga tokoh tersebut dalam mengungkap tudingan ijazah palsu.

“Siapa yang mau diharapkan? Roy Suryo? Roy Suryo dan juga Tifa itu asal-asal dia punya analisa tentang ijazahnya Pak Jokowi,” katanya, Minggu (22/3/2026), dikutip SURYA.co.id dari YouTube Bang Bill Offside.

Namun demikian, Bang Bill justru menilai saat ini Rismon sebagai pihak yang paling baik dalam kasus ini karena berani mengakui kesalahan penelitiannya.

“Yang paling hebat dalam menganalisa ijazahnya Pak Jokowi itu adalah Rismon Sianipar yang hari ini sudah lempar handuk (menyerah atau angkat tangan), kan gitu,” ujarnya.

Baca juga: Kubu Roy Suryo Sebut Rismon Sianipar Robot Remot Solo, Benarkah Restorative Justice Cuma Skenario?

Tidak Ada Argumen yang Membuktikan Ijazah Palsu

Bang Bill menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekannya yang meyakini ijazah Jokowi asli tidak bisa dipaksa untuk mempercayai hasil penelitian yang menyebut ijazah tersebut palsu.

“Tidak ada argumentasi yang membuat kita tercerahkan. Sampai dengan detik ini tidak ada satupun penjelasan dari Rismon, Tifa, dan Roy, yang membuat kita merasa, 'Oh, iya ya, ijazahnya Pak Jokowi palsu', itu enggak ada,” tegasnya.

Ia juga menilai jumlah masyarakat yang percaya ijazah Jokowi palsu tidak akan mencapai 30 persen dari total penduduk Indonesia.

“Kenapa aku bilang begini? Karena aku sudah ketemu dengan orang-orang yang enggak tampil di YouTube, enggak tampil di media sosial, akademisi, praktisi, orang biasa, orang apa, mereka bilang ‘Aduh, Bang, enggak masuk di akalah’, gitu,” jelas Bang Bill.

“Belum lagi secara personal Rismon menjelaskan tentang analisa ini, analisa itu, enggak dapat, enggak bisa menggugah. Bukan karena aku sebagai pendukung Pak Jokowi saja, kita juga rasional, malu-maluin, pertanggungjawabannya dunia akhirat loh,” ucapnya.

Sosok Taufik Bilhaki

Taufik Bilhaki, yang akrab disapa Bang Bill, dikenal sebagai penulis esai dan pemikir populer yang banyak membahas sejarah, peradaban Islam, geopolitik, serta identitas umat Islam, khususnya dalam konteks Nusantara dan dunia modern.

Namanya dikenal luas melalui tulisan-tulisan panjang yang beredar di media sosial, blog, dan berbagai forum literasi digital, dengan gaya penulisan naratif, reflektif, dan cenderung filosofis.

Dalam banyak tulisannya, Bang Bill sering mengangkat tema besar seperti jatuh bangunnya peradaban Islam, kolonialisme dan dampaknya terhadap dunia Islam, geopolitik Timur Tengah, serta posisi dan peran Nusantara dalam peta peradaban Islam dunia.

Ia dikenal memiliki sudut pandang yang melihat sejarah bukan hanya sebagai masa lalu, tetapi sebagai kunci untuk memahami kondisi umat Islam saat ini dan merancang masa depan.

Karena itu, tulisannya sering menggabungkan sejarah, politik, strategi peradaban, dan refleksi pemikiran Islam.

Gaya penulisan Bang Bill khas: seperti bercerita, mengalir, panjang, tetapi berisi analisis dan opini yang kuat.

Ia juga sering mengkritik cara berpikir umat Islam yang dinilai terlalu sempit, terlalu normatif, dan tidak melihat persoalan dalam perspektif peradaban dan geopolitik global.

Dalam pandangannya, umat Islam harus memahami sejarah dunia, strategi politik global, dan peradaban agar tidak terus berada dalam posisi lemah.

Di kalangan pembacanya, Bang Bill dikenal sebagai esais yang membahas Islam tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga dari sisi sejarah, politik, dan peradaban.

Secara singkat, Taufik Bilhaki (Bang Bill) dapat dipahami sebagai penulis esai dan pemikir populer yang fokus pada tema sejarah Islam, geopolitik, peradaban, dan identitas umat Islam, dengan gaya tulisan naratif-reflektif yang banyak dibaca di kalangan literasi digital, khususnya anak muda Muslim yang tertarik pada sejarah dan pemikiran peradaban.

Rismon Akui Penelitiannya Keliru

Setelah mengunjungi rumah Jokowi di Solo beberapa waktu lalu, Rismon menyatakan penelitiannya keliru dan sebagai peneliti yang independen serta bertanggung jawab, dia harus mengakui kesalahan tersebut.

"Sebagai peneliti independen dan bertanggung jawab, tidak bias, tidak ada kaitan dengan afiliasi politik apapun, maka seorang peneliti itu harus bisa menyatakan kesalahannya dan mengoreksi hasilnya sendiri, bila peneliti lain tidak mengoreksinya atau tidak mampu mengoreksinya," ungkapnya setelah bertemu Jokowi di Solo, Kamis (12/3/2026), dikutip dari YouTube iNews.

Rismon juga menegaskan lagi tindakannya ini tidak dipengaruhi oleh siapapun.

"Sebagai peneliti independen yang bebas terhadap pengaruh siapapun, ini saya garis bawahi, pengaruh siapapun, hanya berdasarkan objektivitas penelitian dan hasil temuan baru saya, saya nyatakan bahwa memang ada itu watermark dan embos," tegas Rismon.

Adapun, dalam kasus ijazah palsu Jokowi ini, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait tudingan ijazah palsu.

Para tersangka dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Namun, status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah dicabut setelah keduanya lebih dulu mengajukan penyelesaian melalui RJ.

Sementara klaster kedua terdiri dari tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma yang juga dikenal sebagai dr Tifa.

Kemudian kini Rismon juga mengajukan RJ atas kasus ijazah ini.

Adapun, saat ini berkas RJ yang diajukan Rismon itu sudah dikirimkan ke Polda Metro Jaya oleh kubu Jokowi untuk diproses.

Proses pemberkasan dilakukan setelah Jokowi sebagai pelapor menyetujui penyelesaian perkara melalui RJ.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.