TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Waduk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mulai kering.
Fenomena ini terjadi setelah musim kemarau panjang melanda wilayah Kabupaten Bintan dan sekitarnya.
Sudah satu bulan hujan tak pernah turun di wilayah tersebut.
Hal ini membuat beberapa pelanggan mengeluhkan air yang disalurkan SPAM menjadi keruh.
Air penuh lumpur pun tersalurkan ke rumah-rumah warga di Tanjunguban, Kabupaten Bintan.
Salah satu pelanggan SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Yumi mengatakan, air dari SPAM mengalir dengan lancar mulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB, namun airnya keruh.
"Airnya sudah mulai tak lancar. Belakangan semakin keruh," sebut Yumi, Senin (23/3/2026).
Dia mengaku, kerap kali mencuci bak mandi karena air keruh dari SPAM.
Bak penampung cepat kotor. Banyak pasir masuk ke bak.
Pelanggan SPAM IKK Seri Kuala Lobam lainnya, Bude juga mengalami hal serupa.
Dikatakannya, kotornya air tersebut membuat dirinya tak bisa memanfaatkan untuk mencuci beras dan piring.
"Bagaimana bisa cuci beras, wong airnya sangat kotor," kata dia.
Situasi semacam ini terjadi sejak seminggu yang lalu.
"Dua hari belakangan ini malah makin kotor. Banyak lumpurnya," akunya.
Ketua SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja mengatakan, air keruh sebab pergeseran ponton penyedot air di arahkan petugas ke lokasi yang masih ada airnya.
Saat ini sumber air bersih SPAM mengalami kekeringan. Hal ini terjadi sejak beberapa waktu lalu.
"Sudah hampir seminggu ari keruh, sebab pergeseran ponton diarahkan ke tengah waduk," kata dia.
Saat ini air beberapa lokasi harus distopkan sebab debit air sudah sedikit dan terancam kering.
"Masyarakat diminta untuk sama-sama berdoa agar hujan segera datang," pesannya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).