Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Legislator PDIP Sulteng, Risnawati meninjau lokasi pergerakan tanah yang terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Ia meninjau lokasi yang terdampak itu bersama Fraksi PDIP Buol, Arista dalam menanggapi laporan masyarakat diterima, Minggu (22/3/2026) malam.
Baca juga: Anggota Fraksi PDIP DPRD Sulteng dan Buol Tinjau Pergeseran Tanah Momunu
Panjang area terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 1 Kilometer.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.
Kejadian tersebut berlangsung di area lahan perkebunan milik warga.
Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan posisi lahan mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
Kondisi ini memperparah situasi karena tanah masih terus bergerak hingga saat ini.
Dampak lain dari pergerakan tanah ini adalah terputusnya jaringan pipa air yang selama ini mengaliri empat desa di wilayah tersebut.
Hal ini membuat kebutuhan air bersih masyarakat terganggu secara langsung.
Tidak hanya itu, satu-satunya akses jalan kantong produksi yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi juga mengalami kerusakan parah.
Jalan tersebut merupakan jalur utama bagi warga dalam mengangkut hasil perkebunan mereka.
Baca juga: Anggota DPRD Banggai Fraksi PDIP I Made Dharma Bantu Korban Kebakaran di Tompotika Makmur
"Ada beberapa Desa yang terdampak akibat lumpuhnya akses jalan tersebut yakni Desa Mangubi, Desa Tongan, Desa Potugu, dan Desa Lamadong, Desa Pujimulyo dan beberapa Desa lainnya," katanya pada Senin (23/3/2026).
Risnawati mengatakan bahwa seluruh aktivitas distribusi hasil pertanian dari desa-desa tersebut terhenti total.
Kondisi ini menyebabkan masyarakat tidak dapat mengangkut hasil perkebunan mereka.
Ia juga menyebut sejumlah komoditas seperti jagung yang mencapai ratusan ton serta hasil kelapa sawit kini tertumpuk dan belum bisa dipasarkan.
"Situasi yang terjadi saat ini sangat mengkhawatirkan karena pergerakan tanah masih berlangsung," ucapnya.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kehadiran mereka di lapangan juga sekaligus untuk mengoordinasikan penanganan dengan pemerintah daerah.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat terdampak.
Baca juga: Hari Ketiga Idulfitri 2026, Aktivitas Pelabuhan Rakyat Mulai Normal Kembali
Sejumlah instansi terkait pun langsung bergerak ke lokasi, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, pihak kepolisian dari Polres Buol, serta petugas dari BMKG Tolitoli untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal.
Selain itu, Anggota DPRD Buol, Arista Arman juga tengah berkoordinasi dengan pihak PDAM Motanang Kabupaten Buol guna segera memperbaiki jaringan pipa air yang rusak.
Sementara itu, upaya komunikasi dengan pihak BNPB Sulawesi Tengah juga akan segera dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Tradisi Monsuna di Togean, Warisan Sakral Suku Bobongko
"Kami harapkan perhatian Pemda terutama pemerintah daerah dan Provinsi untuk melakukan penanganan secara serius dan berkelanjutan dari BMKG karena mengingat lokasi pergerakan tanah ini sangat dekat dengan pemukiman warga," pungkasnya.(*)