Urai Kepadatan Simpang Mengkreng, Polres Kediri Terapkan Skema Dialihkan ke Jalur Alternatif Papar
Sudarma Adi March 23, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Satlantas Polres Kediri menerapkan skema pengalihan arus lalu lintas di Simpang Tiga Mengkreng, Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, Senin (23/3/2026) siang.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang melintas selama masa arus balik Lebaran.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas terpantau ramai, namun tetap dapat dikendalikan berkat penerapan sistem buka tutup jalur oleh petugas di lapangan.

Baca juga: Heroiknya Aksi Damkar di Kediri Selamatkan Kucing Kesayangan Warga yang Tercebur di Sumur

Rute Pengalihan Arus Secara Situasional

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Mega Satriatama mengatakan rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurai kepadatan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dari berbagai arah.

"Memang saat ini volume kendaraan meningkat, didominasi oleh masyarakat yang bersilaturahmi dan juga pemudik yang mulai kembali lebih awal ke daerah asal seperti Surabaya dan sekitarnya," katanya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, skema pengalihan arus dilakukan secara situasional dengan melihat kondisi di lapangan, khususnya di titik-titik yang berpotensi mengalami penumpukan kendaraan.

Jika terjadi kepadatan di Simpang Tiga Mengkreng, arus kendaraan akan dialihkan menuju Simpang Papar kemudian diarahkan ke wilayah Plemahan, Paron, hingga Jatipelem menuju Kabupaten Jombang.

Sebaliknya, jika terjadi peningkatan kendaraan di wilayah Plemahan, pengendara juga akan diarahkan menuju jalur alternatif melalui Kunjang hingga ke wilayah Jombang.

Baca juga: Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026, Penumpang Bandara Dhoho Kediri Melonjak 55 Persen

Mega menambahkan, sistem buka tutup jalur juga diberlakukan untuk mengatur ritme kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.

"Jika volume kendaraan sudah berkurang, maka jalur yang sebelumnya dialihkan akan kembali dibuka seperti biasa," jelasnya.

Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan pengaturan berjalan optimal.

Selain melakukan pengaturan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Polres Kediri juga telah menyiapkan pos pengamanan di titik-titik rawan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Puncak arus balik pertama diperkirakan berlangsung pada besok Selasa hingga Rabu, sementara gelombang kedua diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus kendaraan di wilayah Kediri, khususnya di Simpang Mengkreng tetap berjalan lancar dan aman selama periode arus balik Lebaran.

"Tetap hati-hati dan selalu taati peraturan lalu lintas," tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemudik asal Cirebon, Rawandi (42) menuju Ngasem Kediri mengaku perjalanan yang ditempuhnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Alhamdulillah perjalanan aman dan lancar, tidak ada kemacetan yang terlalu berarti," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.