Ratusan Ton Pisang Terancam Busuk di Pelabuhan Penyeberangan Lampung, Sopir Merugi
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 24, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Ratusan ton komoditas pisang terancam membusuk akibat antrean panjang kendaraan logistik di kawasan pelabuhan penyeberangan di Lampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, antrean truk dan mobil bak terbuka pengangkut pisang memadati area Pelabuhan Bakauheni.

Kepadatan ini terjadi karena belum adanya kepastian jadwal penyeberangan bagi kendaraan barang. Sejumlah sopir mengaku telah berhari-hari menunggu giliran masuk kapal.

Lamanya waktu tunggu, ditambah kondisi cuaca panas, membuat kualitas pisang yang diangkut terus menurun.

"Awalnya pisang masih hijau, sekarang sudah banyak yang menguning bahkan mulai busuk," ujar Heri, salah satu sopir pengangkut pisang.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran, KSOP Bakauheni Siapkan 31 Kapal

Ia mengaku mengalami kerugian besar akibat kondisi tersebut. Tidak hanya biaya operasional yang membengkak, tetapi juga muatan yang rusak.

"Kerugian kami sudah puluhan juta rupiah. Biaya makan, solar, belum lagi barang yang rusak total," tambah Heri.

Hal serupa disampaikan Antoni, sopir lainnya, yang terpaksa membongkar sebagian muatan untuk memilah pisang yang masih layak jual.

"Kami terpaksa buang yang sudah hitam dan hancur. Sudah tidak ada nilai jualnya lagi," kata Antoni.

Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan para sopir, petani, hingga distributor pisang di Lampung.

Ia berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk mengurai antrean kendaraan logistik.

"Kami berharap ada tambahan jadwal kapal atau solusi lain supaya kendaraan bisa segera diseberangkan," ujarnya.

Para pelaku usaha pun mendesak pemerintah segera turun tangan agar distribusi hasil pertanian kembali lancar dan kerugian tidak semakin membesar.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.