TRIBUN-TIMUR.COM - Walikota Makassar Munafri Arifuddin mengaku kehabisan kata saat berdiri di mimbar. Appi, sapaan Munafri Arifuddin disilakan ke mimbar setelah sambutan ketua panitia, sambutan ketua umum, dan sambutan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
“Saya tidak tahu mau bicara apa lagi. Nala maneng ni (sudah diambil semua),” kata Appi dalam dialek Bugis khas Barru. Yang kita hormati, kolega saya. Perempuan tangguh. Walaupun lebih duluan selesai (di Fakultas Hukum Unhas). Saya paling terakhir selesai karena saya ingin lebih banyak ilmu saya dapat,” jelas Appi.
Yang dia sebut Prof adalah Profesor Dr Said Karim SH MH, dosen di Fakultas Hukum Unhas.
“Yang saya hormati Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama suami. Suami beliau (Yulianto Badwi) adalah Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Makassar,” ujar Appi.
Dia lalu menyapa Ketua Umum DPP KKDB HM Yasin Azis.
“Yang terhormat Ketua Umum DPP KKDB, pengumpul suara terbanyak,” kata Appi diiringi gemuruh tepuk tangan.
Dia membalas pernyataan Yasin Azis saat sambutan bahwa persentase kemenangan tertinggi Munafri-Aliyah Mustika dalam Pilwali Makassar 2024 adalah di “wilayah kerjanya”.
“Yang saya hormati, guru kami Prof Dr Said Karim. Siyap, Prof! Kalau di kampus beliau profesor. Kalau di alumni, saya ketuanya,” jelas Appi.
Tepuk tangan belum reda saat Appi meroasting tokoh berikut.
“Yang terhormat Pak Hayat Gani, yang selalu awet muda. Banyak yang perlu dipelajari dari Pak Hayat Gani. Tapi hanya didengar dan ditanyakan, berat diikuti,” katanya menyapa mantan Sekprov Sulsel itu.
Appi agak serius saat menyapa sahabatnya. “Hadir juga Direktur Utama Jakpro, PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin. Beliau ini orang hebat. Paling disayang oleh Gubernur DKI. Teman saya sejak kecil,” kata Appi.
Selanjutnya Appi minta maaf karena tidak bisa menyapa satu per satu tokoh yang hadir dengan pertimbangan efisiensi waktu.
“Saya hadir di sini karena dua hal. Pertama, sebagai tuan rumah. Pak ketua dan Pak Aksa sudah selesaikan semua. Tapi kalau masih ada yang kurang, insya Allah pemerintah kota siap tangani,” kata Appi.
Kedua, lanjut Appi, “Saya datang ke sini karena tiap malam saya tidur bersama orang Barru. Jadi meski saya tidak diterima, saya tetap akan datang ke sini.”
"Anak-anak saya sudah menjadi bagian dari Barru, sehingga hubungan ini tidak bisa dipisahkan. Saya adalah bagian dari keluarga besar KKDB," ujar Appi menambahkan.
Berikut, Wali Kota Makassar menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas daerah sebagai strategi memperkuat promosi pariwisata di Kota Makassar.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah menghadirkan "corner wisata", yakni ruang khusus, baik dalam bentuk fisik maupun digital, yang dirancang untuk menampilkan kekayaan destinasi, kuliner, serta budaya dari berbagai daerah.
Munafri secara khusus mengajak Pemerintah Kabupaten Barru untuk membangun kolaborasi konkret melalui penyelenggaraan event bersama maupun pembentukan corner promosi wisata.
“Cari tempat paling baik, paling strategis di Makassar untuk kita bangun Barru Corner,” ujar Appi.
Konsep ini, menurutnya, dapat menjadi jembatan yang menghubungkan aktivitas di Makassar dengan destinasi wisata di Barru.
"Kita bisa bikin event atau corner promosi wisata. Kegiatannya dilaksanakan di Makassar, sementara kunjungan wisatanya diarahkan ke Kabupaten Barru," saran Appi.
Menurut Munafri, keberadaan corner wisata tidak hanya menjadi etalase promosi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan potensi daerah dengan pasar wisata yang lebih luas.
Melalui konsep ini, setiap daerah dapat memperkenalkan identitas dan keunggulannya secara terpadu di Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur, sehingga mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kunjungan ke daerah asal.
"Ini sudah pernah kita lakukan bersama Kabupaten Pangkep dalam pelaksanaan MTQ Korpri tingkat nasional. Pembukaannya di Makassar, tetapi rangkaian acaranya di Pangkep," tuturnya.
"Hasilnya, lebih dari 4.000 orang datang dan memberikan dampak ekonomi bagi kedua daerah," lanjut Munafri.
Wadah ini kata Appi, akan menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas kedaerahan dalam mendorong pembangunan berbasis kolaborasi.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan bahwa peran organisasi kedaerahan seperti KKDB sangat penting dalam memperkuat jejaring promosi daerah, khususnya dalam mengangkat potensi wisata dan budaya lokal agar lebih dikenal luas.
Ia berharap, melalui kolaborasi yang terbangun, Makassar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga menjadi hub promosi pariwisata yang mampu menggerakkan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah sekitarnya.
Appi menambahkan, jarak yang relatif dekat antara Makassar dan Barru menjadi keunggulan tersendiri untuk mengembangkan kolaborasi tersebut.
Terlebih, Barru memiliki potensi wisata yang dinilai sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain, seperti panorama alam hingga destinasi unggulan Celebes Canyon yang menjadi daya tarik tersendiri di Sulawesi Selatan, bahkan di kawasan Indonesia Timur.
Lebih lanjut, Munafri menekankan Pemerintah Kabupaten Barru untuk menghadirkan "Barru Corner" di Kota Makassar, sebagai pusat informasi wisata dan promosi ekonomi daerah.
Menurutnya, keberadaan ruang promosi tersebut akan memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat potensi Barru.
"Saya ingin menyampaikan kepada Ibu Bupati, carilah lokasi terbaik di Makassar untuk menghadirkan Barru Corner sebagai pusat informasi wisata dan ekonomi," imbuh Appi.
"Kami siapkan ruangnya di Makassar agar masyarakat bisa mengetahui potensi Barru, dan kita lakukan promosi bersama tanpa biaya," sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.
Munafri juga mengaku terkesima dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Barru, mulai dari potensi wisata bahari hingga infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Garongkong.
Dia menilai, kekuatan Barru terletak pada potensi tiga dimensi yang jarang dimiliki daerah lain, yakni perpaduan antara laut, darat, dan potensi industri.
Bahkan, ia mengungkapkan adanya minat investor untuk mengembangkan industri perkapalan di Barru.
Dikatakan, jika sektor industri tersebut berkembang, maka akan memberikan dampak ekonomi tidak hanya bagi Barru, tetapi juga bagi Makassar.
"Kalau industrinya dibangun di Barru, maka aktivitas pendukung seperti akomodasi akan banyak dilakukan di Makassar. Artinya, kedua daerah akan sama-sama mendapatkan manfaat ekonomi," tambahnya.
Selain itu, Munafri menekankan pentingnya momentum Mubes sebagai ruang evaluasi menyeluruh bagi organisasi.
Mantan CEO PSM itu, juga mendorong agar KKDB dapat merumuskan langkah-langkah strategis ke depan, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.
"Melalui pelaksanaan Musyawarah Besar ini, saya berharap KKDB dapat melakukan evaluasi organisasi secara menyeluruh, merumuskan langkah-langkah strategis ke depan, serta melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman," terangnya.
Ketua Golkar Makassar itu, mengingatkan bahwa saat ini masyarakat berada dalam era perubahan yang begitu cepat, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun teknologi.
Kondisi tersebut menuntut organisasi kemasyarakatan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar organisasi tetap relevan dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Tanpa kemampuan beradaptasi, organisasi berpotensi tertinggal di tengah arus perkembangan yang semakin dinamis.
Lebih jauh, Munafri mengajak seluruh keluarga besar KKDB untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dunia usaha.
Dia menilai sinergi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan stabilitas sosial sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kota Makassar.
"Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, memperkuat nilai-nilai gotong royong, serta berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan di Kota Makassar," ajakannya.
Selain aspek pembangunan, Munafri juga menuturkan, pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas daerah.
Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, budaya dan adat istiadat harus tetap dijaga sebagai kekuatan sekaligus kebanggaan bersama.
Menurutnya, pelestarian nilai-nilai luhur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kedaerahan seperti KKDB.
Mubes ini dapat melahirkan berbagai gagasan konstruktif, program kerja inovatif, serta keputusan-keputusan terbaik yang berdampak langsung pada kemajuan organisasi dan kesejahteraan seluruh anggota KKDB.
"Semoga dari forum ini akan lahir berbagai gagasan konstruktif, program kerja yang inovatif, serta keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemajuan bagi organisasi dan kesejahteraan seluruh anggota KKDB," jelas Appi.(*)