Gantikan Ali Larijani yang Tewas, Mohammad Bagher Zolghadr Resmi Pimpin Dewan Keamanan Nasional Iran
Rustam Aji March 24, 2026 10:26 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Pemerintah Iran resmi menunjuk mantan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Bagher Zolghadr, sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang baru, Selasa (24/3/2026).

Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik yang kian memanas dengan Israel dan Amerika Serikat.

Zolghadr ditunjuk untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah pendahulunya, Ali Larijani, tewas dalam serangan udara Israel pada pekan lalu.

Penunjukan ini dianggap sebagai sinyal kuat Teheran untuk memperkuat struktur pertahanan yang berorientasi pada militer dan keamanan nasional.

Sosok Berpengaruh di Ring Utama IRGC

Mohammad Bagher Zolghadr bukanlah nama baru dalam hierarki kekuasaan Iran.

Ia memiliki rekam jejak militer yang panjang, termasuk menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan IRGC selama delapan tahun dan Wakil Panglima Tertinggi IRGC selama delapan tahun berikutnya.

Baca juga: Resmi! Kapolri Buka One Way Nasional Arus Balik dari Tol Kalikangkung Berlaku sampai 29 Maret 2026

Sebelum penunjukan ini, Zolghadr menjabat sebagai Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan sejak September 2021.

Kini, ia memegang peran sentral dalam mengoordinasikan respons militer dan strategi strategis Iran, posisi yang sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Teheran di masa perang.

Spekulasi Negosiasi dengan Donald Trump

Di tengah perombakan internal ini, dinamika hubungan Iran-AS juga menjadi sorotan global.

Nama Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mencuat setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim tengah menjalin komunikasi dengan "tokoh paling dihormati" di Iran untuk meredakan ketegangan.

Laporan dari Politico bahkan menyebut Gedung Putih mempertimbangkan Ghalibaf sebagai mitra negosiasi potensial.

Trump mengeklaim diskusi tersebut bersifat "produktif" hingga menunda rencana serangan militer AS terhadap infrastruktur energi Iran.

Namun, Ghalibaf secara tegas membantah adanya jalur komunikasi tersebut.

Baca juga: Iran Jebol Iron Dome di Dekat Reaktor Nuklir, Israel Kini Ajukan Tambahan Rudal ke AS

Eskalasi di Tengah Ketidakpastian

Situasi di Teheran saat ini berada pada periode paling bergejolak dalam sejarah modern.

Tewasnya sejumlah tokoh senior dalam beberapa pekan terakhir memaksa Iran melakukan perombakan kepemimpinan besar-besaran guna memastikan aparatur pengambilan keputusan tetap solid di bawah pengaruh IRGC.

Kehadiran Zolghadr di puncak Dewan Keamanan Nasional diharapkan mampu menstabilkan koordinasi militer Iran saat negara tersebut menghadapi tekanan ekonomi dan ancaman serangan fisik dari luar negeri. (naufal/inas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.