TRIBUNSUMSEL.COM -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah kerjanya.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memastikan kelancaran ibadah dan aktivitas masyarakat pada momen Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyampaikan bahwa seluruh personel telah disiagakan secara penuh untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal, khususnya pada saat pelaksanaan Salat Idulfitri.
“Momentum Idulfitri merupakan saat yang sangat penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, PLN UID S2JB memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi prima, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman tanpa gangguan,” ujar Adhi.
Ia menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu berada dalam kategori sangat aman.
Total daya mampu tercatat sebesar 5.212 megawatt (MW), dengan beban puncak pada malam takbiran sebesar 1.534 MW dan beban puncak pada Hari Raya Idulfitri sebesar 1.340 MW.
“Ketersediaan cadangan daya yang sangat memadai ini menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri. Kami memantau terjadi kenaikan beban puncak malam takbiran sebesar 5 persen dibandingkan dengan tahun 2025, dari 1.461 MW menjadi 1.534 MW," tambahnya.
Dalam upaya menjaga keandalan tersebut, PLN UID S2JB juga melakukan pengamanan berlapis di berbagai lokasi prioritas.
Sebanyak 81 lokasi vital dan VVIP mendapatkan pengamanan khusus, baik dari sisi jaringan maupun dukungan peralatan cadangan seperti Uninterruptible Power Supply (UPS) dan genset.
Selain itu, PLN UID S2JB berhasil menyiagakan sebanyak 3.213 personel teknik yang tersebar di 55 posko dan bekerja selama 24 jam dalam tiga sif.
Kesiapsiagaan ini didukung oleh 143 unit mobil dan 263 unit sepeda motor operasional untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan.
“Seluruh personel kami siaga penuh dan terus melakukan pemantauan sistem secara intensif, sehingga apabila terjadi potensi gangguan dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat,” jelas Adhi.
Untuk memperkuat keandalan sistem, PLN UID S2JB juga menyiapkan peralatan pendukung berupa 59 unit gardu bergerak, 25 unit genset, serta 11 unit UPS yang siap digunakan sewaktu-waktu.
Adhi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kesiapan menyeluruh yang telah dilakukan sejak awal masa siaga RAFI, serta sinergi seluruh unit PLN di wilayah kerja UID S2JB.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idulfitri di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu berjalan lancar dengan dukungan listrik yang andal. PLN akan terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik hingga berakhirnya masa siaga RAFI,” tutup Adhi.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel