3 Orang Tewas Kecelakaan Selama Arus Mudik-Balik Lebaran di OKU Timur, Polisi: Jadi Perhatian Serius
Shinta Dwi Anggraini March 25, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di Kabupaten OKU Timur diwarnai meningkatnya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. 

Meski jumlah kejadian menurun, korban meninggal dunia justru bertambah selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Berdasarkan data Satlantas Polres OKU Timur, tercatat empat kasus kecelakaan lalu lintas sejak 13 hingga 25 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan satu lainnya luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp1,8 juta.

Kasat Lantas Polres OKU Timur, AKP Panca Mega Surya mengatakan secara kuantitas kasus memang terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lima kejadian.

Namun, peningkatan jumlah korban meninggal menjadi perhatian serius.

“Secara angka kejadian menurun, tetapi fatalitas meningkat. Ini yang menjadi evaluasi kami, terutama terkait perilaku berkendara dan kondisi jalan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Dalam Sepekan, Bandara SMB II Palembang Layani 82 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran, Naik 16 Persen

Pada Operasi Ketupat Musi 2025, tercatat satu korban meninggal dunia, empat luka berat, dan tujuh luka ringan, dengan total kerugian material mencapai Rp5 juta.

Salah satu kecelakaan paling tragis terjadi di Jalan Lintas Komering, Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Insiden ini merenggut nyawa dua penumpang sepeda motor.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha R15 yang dikendarai Sugiono (22), warga Kabupaten Mesuji, Lampung.

Ia membonceng Tyas Yunia Sari (20) dan balita Naviz Al Farobi (2) saat hendak bersilaturahmi Lebaran ke wilayah Batumarta, OKU Timur.

Diduga melaju dengan kecepatan tinggi, kendaraan yang dikemudikan Sugiono kehilangan kendali saat melintasi jalan lurus yang berlubang.

Sepeda motor oleng setelah menghantam lubang, menyebabkan kedua penumpang terpental ke badan jalan.

“Nahas, dari arah berlawanan datang kendaraan roda empat yang langsung menabrak korban. Pengemudi mobil tersebut melarikan diri dan masih dalam penyelidikan,” jelas AKP Panca.

Akibat kejadian itu, Tyas Yunia Sari mengalami luka berat di bagian kepala dan patah rahang, sementara balita Naviz Al Farobi mengalami cedera fatal. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selain kecelakaan maut tersebut, insiden lain terjadi di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Jumat (20/3/2026), berupa kecelakaan tunggal yang disertai kebakaran kendaraan.

Sebuah mobil keluarga yang digunakan untuk mudik terjun ke parit setelah pengemudi diduga mengantuk.

Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kendaraan terbakar.

“Hasil penyelidikan awal menunjukkan faktor kelelahan dan kurang konsentrasi menjadi penyebab utama. Ini sering terjadi saat arus mudik, terutama pada perjalanan jarak jauh,” tambahnya.

Menurut AKP Panca, sebagian besar kecelakaan selama arus mudik dipicu oleh kelalaian pengemudi, seperti kurang waspada, kelelahan, hingga kondisi kendaraan dan jalan yang tidak mendukung.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama dengan memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.

“Jangan memaksakan diri saat lelah. Istirahat sejenak jauh lebih baik daripada mengambil risiko di jalan. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti Jalan Lintas Komering.

Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.

“Silakan hubungi layanan 110 jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan. Kami siap membantu,” pungkasnya.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.