Kronologi Suami Bacok Istri di Warung Pecel di Ponorogo, Korban Alami 5 Kali Tebasan
Arum Puspita March 25, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Momentum Idulfitri 1447 Hijriyah di Kabupaten Ponorogo diwarnai insiden tak terduga. 

Seorang suami berinisial NT tega membacok istrinya berinisial SJ, di sebuah warung pecel di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).

Dipicu Konflik Rumah Tangga

Peristiwa tragis ini dipicu konflik rumah tangga pasangan asal Kecamatan Sawoo yang membina pernikahan secara siri sejak 2021.

Sepekan yang lalu, SJ diketahui pergi dari rumah tanpa pamit dan kemudian bekerja di salah satu warung pecel di Kecamatan Sambit.

Kapolsek Sambit, AKP Baderi, menjelaskan bahwa NT sempat mencoba menghubungi SJ sebelum akhirnya mendatangi tempat kerja korban.

“Pelaku kemudian menghubungi korban, meminta untuk membicarakan urusan pribadi yaitu tentang hubungan pernikahan yang dibina secara siri yang telah berjalan,” katanya kepada SURYA.CO.ID, Rabu (25/3/2026).

Pelaku Emosi 

Baca juga: Polisi Ponorogo Gagalkan Penerbangan Balon Udara Isi Petasan, Warga Kocar-kacir

Pelaku yang merasa tidak terima ditinggal tanpa pamit langsung menghampiri korban di tempat kerjanya.

Mantan Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo tersebut menerangkan bahwa pelaku sempat menanyakan tujuan korban pergi.

“Saat itu menanyakan bagaimana maksut dan tujuan korban, meninggalkan pelaku pulang kerumahnya sendiri,” terang AKP Baderi.

Namun, saat itu korban terus menghindar dan enggan diajak bicara.

Pelaku yang sedang emosi langsung mengeluarkan pisau bergagang coklat sepanjang 33 cm yang dibawa pelaku dari rumah.

“Pelaku diduga kesal, tidak dihargai dan juga dipersulit oleh korban untuk bertemu dan mengobrol, pelaku kemudian emosi dan khilaf,” urainya.

Korban Alami Luka di Bagian Tubuh

Akibat serangan membabi buta tersebut, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

“Kemudian ditebaskan ketubuh bagian kepala, punggung, pundak serta dada korban, sebanyak 5x tebasan."

"Sehingga membuat korban tersungkur dan bersimbah darah,” tambah AKP Baderi.

Melihat kondisi korban yang mengenaskan, pemilik warung nasi pecel segera melaporkan kejadian tersebut ke SPKT / Unit Reskrim Polsek Sambit.

Sementara pelaku langsung kabur.

“Korban bersimbah darah dan dilarikan ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Harjono Ponorogo,” ungkapnya.

Polisi Turun Tangan 

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami kasus penganiayaan berat ini dengan mengumpulkan seluruh bukti yang ada di lapangan.

“Kami melakukan penyidikan kasus ini, mengumpulkan barang bukti dan keterangan,” pungkas AKP Baderi.

===

Kami mengajak Anda untuk4 bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.