TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 25 Maret 2026.
Tema renungan hari ini “bagi Allah tidak ada yang mustahil”.
Renungan hari ini untuk hari Rabu pekan V Prapaskah tahun A, hari raya kabar sukacita Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 25 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Rabu 25 Maret 2026, Meski Tidak Sepenuhnya Mengerti,Kita Tetap Memilih Percaya
"Seorang perempuan muda akan mengandung."
Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, "Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas."
Tetapi Ahas menjawab, "Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!" Lalu berkatalah Nabi Yesaya, "Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel, artinya: Allah menyertai kita."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11
Ref. Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.
Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut, lalu aku berkata, "Lihatlah, Tuhan, aku datang!"
Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: "Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan, tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.
Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10
"Lihatlah Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."
Saudara-saudara, tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, "Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki.
Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku."
Jadi mula-mula Ia berkata, "Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat.
Dan kemudian Ia berkata, "Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Yohanes 1:14ab
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
"Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."
Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Kata malaikat itu kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Kata Maria kepada malaikat itu, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Maka kata Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Bagi Allah Tidak Ada yang Mustahil”
Kisah kabar sukacita kepada Maria adalah momen pertemuan antara otoritas Ilahi dan ketaatan manusia, titik penting dalam sejarah keselamatan. Allah memilih Maria, seorang perawan sederhana dari Nazaret, untuk menjadi ibu Sang Penyelamat. Ini bukan karena kehebatan manusiawi, melainkan karena kasih karunia dan rencana Allah yang melampaui logika. Malaikat Gabriel berkata, "Engkau beroleh anugerah di hadapan Allah.". Sebuah penegasan bahwa pemilihan ini berasal dari otoritas Ilahi, bukan prestasi pribadi.
Tanggapan Maria sangat luar biasa. Meskipun ia bingung dan takut, ia tidak menolak. Ia bertanya, "Bagaimana mungkin hal itu terjadi, karena aku belum pernah berhubungan dengan laki-laki?". Sebuah pertanyaan jujur, bukan penolakan. Setelah penjelasan malaikat, Maria menjawab dengan iman yang penuh, "Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”. Inilah ketaatan sejati. Bukan karena sudah memahami semuanya dengan jelas, melainkan karena percaya kepada Allah yang memanggil. Malaikat Gabriel menegaskan, "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.". Ini bukan hanya penghiburan bagi Maria, melainkan juga deklarasi iman bagi semua orang percaya. Allah sanggup melakukan hal-hal yang melampaui batasan manusia, termasuk menjadikan seorang perawan sebagai ibu dari Anak Allah. Allah memilih orang biasa untuk karya luar biasa.
Ya Tuhan, semoga kami sanggup meneladan iman Bunda Maria. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).