Isi 15 Poin yang Diajukan Amerika Serikat untuk Damai dengan Iran, Dibalas Syarat Berat dari Teheran
Galuh Palupi March 25, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Bakal saling bertemu untuk berunding, Iran dan Amerika Serikat sama-sama mengajukan syarat sebagai harga atas perdamaian dan gencatan senjata.

Amerika disebut mengajukan proposal berisi 15 poin yang harus disepakati oleh Iran.

Salah satu poin utama dalam rencana tersebut adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran. 

Iran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dinilai berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir. 

Selain itu, Iran diminta membuka akses tanpa hambatan di Selat Hormuz. 

Selat tersebut merupakan jalur strategis menuju Teluk yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. 

Baca juga: Netanyahu Ketar-ketir Amerika Serikat Ubah Rencana, Donald Trump Kini Kejar Perdamaian dengan Iran

PERANG IRAN - Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengambil alih Pulau Kharg milik Iran pusat ekspor minyak sebagai cara untuk menegaskan kekuatan AS di Teluk dan menghukum Republik Islam. Ide itu datang kepadanya hampir 40 tahun yang lalu.
PERANG IRAN - Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengambil alih Pulau Kharg milik Iran pusat ekspor minyak sebagai cara untuk menegaskan kekuatan AS di Teluk dan menghukum Republik Islam. Ide itu datang kepadanya hampir 40 tahun yang lalu. (Serambinews.com/Istimewa)

Blokade parsial yang sebelumnya dilakukan Iran dilaporkan telah memicu lonjakan harga energi global.

Sebagai imbalannya, Iran disebut akan mendapatkan penghapusan seluruh sanksi yang selama ini dikenakan. 

Iran juga akan menerima bantuan dalam pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr. 

Bushehr sendiri menjadi salah satu lokasi penting yang sebelumnya dituduhkan Iran menjadi target serangan Israel. 

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. 

Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama menyatakan optimismenya terhadap jalur diplomasi dengan Iran. 

Pernyataan itu muncul setelah AS bersama Israel melancarkan serangan besar pada 28 Februari 2026. 

Serangan tersebut diawali dengan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hingga kemudian memicu serangan balasan dari Iran.

Meski demikian, proposal yang diajukan AS tidak mencantumkan upaya perubahan rezim di Iran. 

Baca juga: Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf Mencuat, Disebut Jadi Kandidat Pemimpin Baru Iran Versi Trump

Beberapa minggu sebelumnya, pemerintah Iran dilaporkan menindak keras gelombang protes massal yang menewaskan ribuan orang.

Syarat dari Iran

Sama seperti Amerika, Iran juga mengajukan syarat untuk berdamai dengan Amerika.

MOTJABA KHAMENEI --Pemerintah Amerika Serikat melalui program Rewards for Justice yang berada di bawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.
MOTJABA KHAMENEI --Pemerintah Amerika Serikat melalui program Rewards for Justice yang berada di bawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. (WartaKotalive.com/The Guardian)

Sejumlah media internasional melaporkan pada Senin bahwa pihak Iran secara resmi telah menetapkan lima syarat utama untuk menyetujui kesepakatan damai dengan Amerika Serikat guna mengakhiri perang yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Menurut laporan dari Kanal 12, Iran mengajukan serangkaian tuntutan resmi yang dinilai cukup ketat sebagai bagian dari pembicaraan tidak langsung yang sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Syarat-syarat ini kini tengah menjadi sorotan tajam dunia internasional.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa para pejabat tinggi di Teheran meminta jaminan tegas agar pertempuran tidak kembali dilanjutkan di masa depan. 

Selain itu, Iran juga menginginkan adanya pengaturan baru di wilayah strategis Selat Hormuz yang secara efektif akan menempatkan kawasan tersebut di bawah kendali penuh mereka.

Tak hanya sampai di situ, Iran turut menuntut penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah. 

Mereka juga secara eksplisit meminta kompensasi finansial dalam jumlah besar atas berbagai kerusakan infrastruktur dan kerugian yang terjadi selama periode perang berlangsung. (Tribun Trends/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.