TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sapayuang Sulawesi Selatan (Sulsel) silaturahmi ke kediaman Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulsel, Selasa (24/3/2025).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi warga perantau Minang untuk mempererat tali silaturahmi di momentum lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum IKM Sapayuang H Akmal Musthafa, didampingi Dewan Pembina Kolonel Inf Indra Kurnia, Sekretaris Jenderal Genta Ramayadi, serta perwakilan ibu-ibu Bundo Kanduang.
JK bersama istri, Mufidah Jusuf Kalla, menyambut hangat rombongan pengurus IKM Sapayuang.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus menyerahkan proposal pembangunan Masjid Al-Hijra Minangkabau yang saat ini sedang dikerjakan di Moncongloe, Kabupaten Maros.
Baca juga: Terungkap Penyebab Jusuf Kalla Batal Hadiri PSBM XXVI di Makassar
Sekretaris Jenderal IKM Sapayuang, Genta Ramayadi, mengarakan respon Jusuf Kalla sangat positif terhadap pembangunan masjid tersebut.
“Beliau sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang luar biasa. Kebetulan Pak JK juga bertindak sebagai pengarah dan penasihat dalam proposal pembangunan masjid tersebut," kata Genta Ramayadi, kepada Tribun-Timur.com, di Makassar, Rabu (25/3/2026).
Selain dukungan moral, pihak keluarga Jusuf Kalla juga telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan dana.
Hal itu dilakukan guna mempercepat proses pembangunan.
Masjid Al-Hijra Minangkabau direncanakan terdiri dari tiga lantai.
Pembangunan akan dilaksanakan di atas tanah wakaf seluas ±2.000 m⊃2; milik Ir H Mardius Kamaruddin Koto.
Lokasinya di Dusun Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Sulsel.
Tanah wakaf ini telah diamanahkan secara ikhlas kepada IKM Sapayuang, sebagai bentuk pengabdian dan komitmen untuk kemaslahatan umat.
Proses pembangunan sendiri telah dimulai sejak Oktober 2025 dan saat ini telah mencapai tahap pengecoran pondasi serta lantai basement.
IKM Sapayuang menargetkan masjid ini dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Genta Ramayadi berharap pembangunan masjid ini dapat menjadi pemersatu bagi warga Minang di perantauan serta bermanfaat bagi masyarakat Sulsel secara umum.
"Kami memohon doa restu dari seluruh keluarga besar Minang dan masyarakat sekitar agar pembangunan ini berjalan lancar sehingga segera dapat digunakan untuk kemaslahatan umat," katanya.(*)