TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON – Para calon Vikaris Pendeta Gereja Masehi Injili di Minahasa harus mengikuti ujian psikotes.
Ujian tersebut digelar oleh Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM.
Baca juga: Pdt Adolf Wenas Ungkap Tujuan Calon Vikaris Pendeta GMIM Harus Ikut Psikotes, Digelar 27 Maret 2026
Dengan bersumber dari kesaksian Alkitab maka dalam Tata Gereja 2021, GMIM merumuskan panggilannya dalam 3 bentuk yakni terpanggil untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani; terpanggil untuk melengkapi anggota-anggotanya; dan terpanggil untuk mengelola segenap anugerah dan karunia Tuhan Allah dalam segala bentuk.
Panggilan Gereja tersebut bersumber dari pola pelayanan dan pemerintahan Kristus, dan penyelenggaraannya berada di aras Jemaat, Wilayah, dan Sinode, baik di tanah Minahasa maupun di luar tanah Minahasa.
Jadwal dan lokasinya sudah diumumkan.
Dalam surat itu dijelaskan, ujian psikotes merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya para calon Vikaris Pendeta GMIM mengikuti ujian online serentak.
Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Adolf K. Wenas melalui keterangan resmi mengatakan tahapan psikotes menjadi bagian penting dalam proses seleksi calon pelayan gereja.
“Psikotes ini bertujuan untuk melihat kesiapan kepribadian, karakter, dan integritas para calon Vikaris Pendeta, sehingga ke depan mereka benar-benar siap melayani jemaat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan dengan serius dan disiplin.
“Kami berharap seluruh peserta hadir tepat waktu, mematuhi ketentuan, dan mengikuti proses ini dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Pelaksanaan ujian psikotes dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, dengan dua sesi.
Pada sesi pertama, registrasi dan verifikasi peserta dimulai pukul 08.00 hingga 09.00 Wita, dilanjutkan ujian pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.
Sementara sesi kedua dimulai dengan registrasi pukul 13.00 hingga 14.00 Wita, dan ujian berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 Wita.
Ujian akan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Kota Tomohon, yakni Aula Kantor Sinode GMIM lantai 3, Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, serta Aula Rektorat UKIT, dengan pembagian nomor peserta di masing-masing lokasi.
Dalam ketentuan yang disampaikan, peserta diwajibkan mengenakan pakaian putih hitam serta membawa tumbler.
Selain itu, peserta juga harus membawa perlengkapan alat tulis seperti papan alas, bolpoin, pensil 2B, rautan, dan penghapus.
Peserta juga diingatkan untuk hadir tepat waktu dan mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku selama pelaksanaan ujian. (PET)