Mengenal Sesar Naik Tolo Penyebab Gempa Bumi 4,9 SR di Konawe Kepulauan, Terasa di Kendari, Konsel
Aqsa March 26, 2026 04:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mengenal Sesar Naik Tolo yang aktivitas sesarnya menjadi penyebab gempa bumi di Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Gempa bumi terbaru yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 11:39:49 WIB atau 12:39:49 Wita ini terasa sampai Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, hingga Konawe Selatan (Konsel).

Berdasarkan pengumuman Badan Meteorogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, dalam keterangan tertulis yang dilansir Stasiun Geofisika Kendari.

“Hingga pukul 12.17 WIB atau 13.17 Wita, hasil monitoring belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan (aftershock),” tulis keterangan tersebut.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal.

Episenter atau episentrum adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas pusat gempa bumi (hiposenter). 

Baca juga: Update Gempa Bumi Konawe Kepulauan Berkekuatan 4,9 Skala Richter, Terasa Sampai Kendari dan Konsel

Gempa bumi tersebut terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Tolo.

Tolo Thrust (Sesar Naik Tolo) adalah sesar aktif yang terletak di perairan Teluk Tolo, bagian dari Laut Banda.

Perairan ini berada di sebelah timur laut Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan informasi dilansir Stasiun Geofisika Kendari, beberapa waktu lalu, sesar ini memiliki panjang segmen mencapai 120 kilometer (km).

Bentuk dari sesar ini menyerupai lengkungan busur yang melintang di timur daratan Provinsi Sultra.

Dari informasi lainnya, sesar ini berjenis sesar naik (thrust fault).

Sesar ini terbentuk akibat gaya tekanan (kompresi) dan menjadi salah satu sumber gempa dangkal.

Aktivitas Sesar Naik Tolo inipun sering menyebabkan gempa bumi di sekitar Konawe Kepulauan, Kendari, dan Konawe Selatan.

Sesar Aktif di Sultra

Menurut Pusat Studi Gempa Nasional (2017) dilansir Stasiun Geofisika Kendari melalui akun Facebook-nya, beberapa waktu lalu, setidaknya terdapat 4 sesar aktif di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sesar aktif lainnya di Sulawesi Tengah yang aktivitasnya juga dirasakan hingga wilayah Provinsi Sultra, berikut daftar lengkapnya:

1. Sesar Buton

Sesar Buton terletak di ujung selatan wilayah Sulawesi tenggara. Sesar ini terdiri atas dua segmen yaitu segmen A dan Segmen B. 

Segmen A melintang pada bagian timur Pulau Muna dengan panjang segmen mencapai 29 km. 

Sedangkan Segmen B melintang pada bagian barat Pulau Buton dengan panjang segmen mencapai 60 km.

Baca juga: Breaking News Gempa Bumi 5,2 SR di Konawe Kepulauan Sulawesi Tenggara, Terasa Sampai Kendari

2. Tolo Thrust

Sesuai dengan namanya, sesar tersebut berada di perairan Teluk Tolo yang merupakan bagian dari Laut Banda. 

Bentuk dari sesar ini menyerupai lengkungan busur yang melintang di timur daratan Sulawesi Tenggara. 

Sesar ini memiliki panjang segmen mencapai 120 km.

3. Sesar Lawanopo

Sesar Lawanopo melintang secara diagonal membelah daratan Sulawesi Tenggara. 

Letaknya berada di selatan Sesar Matano. 

Sesar ini memiliki panjang mencapai 130 km.

GEMPA KONKEP - Foto tangkapan layar pemutakhiran BMKG dan Stasiun Geofisika Kendari terkait gempa bumi di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra), berkekuatan 4,9 skala richter (SR), pada Kamis, 26 Maret 2026. Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 11:39:49 WIB atau 12:39:49 Wita tersebut terasa sampai Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, hingga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).(BMKG/Stasiun Geofisika Kendari)
GEMPA KONKEP - Foto tangkapan layar pemutakhiran BMKG dan Stasiun Geofisika Kendari terkait gempa bumi di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra), berkekuatan 4,9 skala richter (SR), pada Kamis, 26 Maret 2026. Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 11:39:49 WIB atau 12:39:49 Wita tersebut terasa sampai Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, hingga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).(BMKG/Stasiun Geofisika Kendari) (Kolase foto handover)

4. Sesar Kendari

Sesar Kendari membentang di wilayah kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. 

Letaknya di antara Sesar Tolo, Sesar Lawanopo, dan Sesar Buton. 

Sesar ini terdiri atas tiga segmen yaitu Kendari North yang memiliki panjang segmen mencapai 24 km.

Segmen KendariCentral memiliki panjang segmen mencapai 11 km.

Sedangkan, segmen Kendari South memiliki panjang segmen mencapai 10km.

5. Sesar Matano

Sesar Matano terletak di Sulawesi Tengah dan merupakan perpanjangan dari Sesar Palu-Koro. 

Letaknya yang memanjang hingga utara Sulawesi Tenggara membuat aktivitas sesar ini sering berdampak hingga bagian utara Sultra.

Gempa Terbaru di Konkep

Berdasarkan pemutakhiran informasi BMKG gempa ini berkekuatan 4,9 skala richter (SR), dari informasi sebelumnya 5,2 SR.

Gempa bumi inipun terasa sampai Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, hingga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

“Hari Kamis, 26 Maret 2026, pukul 11:39:49 WIB, wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara diguncang gempa bumi tektonik,” tulis keterangan Nasrol Adil.

Baca juga: Sosok Mayat Pria Dalam Kamar di Konawe Kepulauan Asal Muna, Kronologi Ditemukan Pemilik Kos

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,9,” lanjutnya dalam keterangan dilansir Stasiun Geofisika Kendari.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,72 lintang selatan (LS) dan 123,44 bujur timur (BT).

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 61 kilometer (km) timur laut Konawe Kepulauan, Provinsi Sultra, pada kedalaman 10 km.

Baca juga: Breaking News Gempa Bumi 5,2 SR di Konawe Kepulauan Sulawesi Tenggara, Terasa Sampai Kendari

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa ini menimbulkan guncangan di wilayah Konawe Kepulauan.

Dengan skala intensitas IV MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Selain itu, skala intensitas III MMI di Kota Kendari, dan Konawe Selatan.

Dengan skala ini pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.(*)

(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.