3 Rumah Hancur Diterjang Abrasi di Amarsekaru SBT, Warga Minta Dibangun Talud
Mesya Marasabessy March 26, 2026 08:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Warga Desa Amarsekaru, Dusun Kelsolat, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mendesak pemerintah segera membangun talud penahan ombak di desa mereka.

Hal itu menyusul abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir dan mengancam permukiman mereka hingga kini, Kamis (26/3/2026).

Permintaan ini menguat setelah tiga rumah warga dilaporkan hancur akibat diterjang gelombang laut dalam beberapa hari terakhir.

Rumah-rumah yang berada di bibir pantai menjadi yang paling terdampak. 

Struktur bangunan tidak mampu menahan derasnya hantaman ombak, hingga akhirnya roboh dan tidak bisa diselamatkan.

Kondisi ini memicu kepanikan dan kekhawatiran warga akan keselamatan mereka.

Bahkan, pemilik rumah yang terdampak harus terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah satu warga, Muhammad Umar Lewen, mengatakan tanpa adanya talud, abrasi akan terus terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar.

“Kalau tidak ada talud, maka abrasi akan terus terjadi setiap tahun. Tiga rumah sudah hancur, dan ini bisa bertambah kalau tidak ada penanganan,” ujarnya.

Baca juga: Korban Abrasi di Amarsekaru SBT Menanti Uluran Tangan, Bantuan Dinilai Lamban

Baca juga: Laporan P3K Kemenag Malteng Bermasalah, Pemeriksaan hingga ke Irjen Justru Tak Ada Pelanggaran

Menurutnya, pembangunan talud harus menjadi prioritas pemerintah daerah karena menjadi solusi jangka panjang yang paling efektif.

Selama ini, kata dia, tidak ada infrastruktur pelindung pantai yang mampu menahan hantaman gelombang laut. 

Akibatnya, setiap kali terjadi cuaca buruk, abrasi semakin parah.

Ia menambahkan, warga kini hidup dalam ketakutan setiap kali ombak besar datang menghantam pesisir.

“Harapan kami ada tindakan nyata, bukan hanya janji,” tegasnya.

Sedikitnya 10 rumah warga dilaporkan hancur akibat rusaknya talud penahan air laut di bibir pantai.

Kini, kondisi serupa kembali terulang, dengan tambahan tiga rumah warga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.