Seorang wanita di Spanyol mengungkapkan alasan menyakitkan di balik keputusannya menjalani euthanasia atau 'bunuh diri medis'. Ia bahkan menjadi warga pertama di negara tersebut yang dinyatakan memenuhi syarat prosedur tersebut atas dasar kesehatan mental.
Wanita bernama Noelia Castillo Ramos (25) pertama kali mengajukan permohonan untuk mengakhiri hidup secara medis pada 2024. Permintaan itu muncul dua tahun setelah ia mengaku mengalami pemerkosaan dalam dua kejadian terpisah.
Kejadian pertama dilakukan mantan pacarnya, sementara yang kedua oleh tiga pria secara beramai-ramai. Noelia menyebut trauma tersebut sebagai titik balik hidupnya.
Sejak saat itu, Noelia beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya. Bahkan ia sempat melompat dari jendela lantai lima apartemen di tahun yang sama.
Berdasarkan laporan medis, akibatnya ia mengalami kelumpuhan dan rasa sakit hebat tanpa kemungkinan membaik.
Permohonan euthanasia Noelia sebelumnya telah disetujui oleh komite ahli wilayah Catalonia pada 2024, dengan jadwal pelaksanaan di akhir tahun tersebut. Tetapi, ayahnya berhasil menunda proses dengan alasan Noelia memiliki gangguan kepribadian yang mempengaruhi penilaiannya.
Namun, pada Februari 2026 Mahkamah Konstitusi Spanyol menolak banding sang ayah. Pihaknya menilai tidak ada pelanggaran hak fundamental, sehingga proses euthanasia dapat dilanjutkan.
Noelia dijadwalkan menjalani suntik mati pada 26 Maret 2026. Dalam wawancara terakhir, ia mengungkap kondisi emosionalnya.
"Nama saya Noelia Castillo Ramos, saya berusia 25 tahun, dan saya hanya punya empat hari lagi. Pada dasarnya karena pada tanggal 26, mereka akan melakukan euthanasia pada saya," terangnya yang dikutip dari .
Terkait prosedur tersebut, Noelia menegaskan tidak memiliki keraguan atas keputusannya. Ia merasa hanya ingin pergi dengan tenang dan menghentikan penderitaannya.
Noelia mengatakan rasa sakit itu sudah ia alami selama bertahun-tahun. Ia merasa tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaan seorang perempuan atau kesedihan dalam kehidupannya.
Sebagai informasi, Spanyol menjadi salah satu negara Uni Eropa yang melegalkan eutanasia dan bunuh diri berbantuan bagi pasien dengan kriteria tertentu sejak 2021. Di antaranya adalah menderita penyakit serius atau tidak dapat disembuhkan, serta kondisi kronis yang menyebabkan penderitaan tak tertahankan.
Selain itu, pemohon harus merupakan warga negara atau penduduk tetap yang sah, dalam kondisi sadar saat mengajukan permintaan, serta melalui proses persetujuan dari dokter dan badan evaluasi terkait.





